halo, bertemu lagi dengan penulis yang masih begini  begini aja hehehe. kali ini penulis mau menulis tentang kunjungan ke Desa Sade di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Desa Sade ini merupakan perkampungan atau pemukiman masyarakat adat Suku Sasak, menurut informasi yang berhasil saya himpun (karena kemarin rombongan 120 orang dan masih banyak pengunjung lain nya) jumah rumah yang ada disini sebanyak 150 rumah dengan total jiwa 750jiwa. dan yang unik adalah rumah di sini dibangun tidak menggunakan semen atau bahan bangunan yang lain, melainkan di bangun menggunakan tanah liat yang dicampur dengan sekam padi. sedangkan untuk dinding menggunakan anyaman rotan dan atap nya terbuat dari daun (entah daun apa) rumah tradisional disini pun tidak ada jendela. keunikan lainnya adalah bagian depan rumah disini hampir semua nya pendek pendek sehingga untuk badan penulis yang agak lebih harus sedikit menunduk. menurut informasi, hal ini sesuai dengan filosofi rumah yang pendek di depan ini agar setiap tamu yang datang harus merunduk bertujuan untuk menghormati tuan rumah.

banyak yang bisa di lihat di desa Sade ini. saat baru tiba pun, kami pun menyaksikan sebuah tarian adat yang terdapat 2 penari yang saling pukul dengan rotan dan tameng (lagi-lagi saya tidak mendengar apa namanya karena terlalu ramai)

di Desa sade ini pun banyak pula yang menjajakan barang dagangan seperti kain,pernak pernik seperti gelang,kalung harga nya menurut saya juga cukup terjangkau. namun saya harus irit (hehehe)

oh iya, ada pula tradisi unik yang harus dijalani untuk menikah di sini, jadi tidak ada lamar-lamaran, tapi sang pria menculik atau membawa lari sang pacar dan disembunyikan di suat tempat. namun tentu nya hal ini sudah didasari dengan sebuah perjanjian

sudah ya sekian dulu, nikmati poto nya saja

Image

Selamat datang di Desa Sade

Image

Tarian adat yang menyambut

Image

ini tarian yang pake rotan

Image

Image

kalo ini lumbung padi
menurut informasi yang biasa mengambil adalah kaum ibu

Image

barisan rumah di Desa Sade

Image

Seorang nenek yang sedang memintal benang
kaum lanjut usia disini tidak bisa menggunakan bahasa indonesia

kira-kira demikian sekelumit kisah saya berkunjung ke Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat

sampai jumpa di lain kesempatan🙂