Sumber: Google

Sumber: Google

Berbuat baik? saya rasa setiap agama mengajarkan untuk melakukan hal-hal baik, saya sendiri yang dulu waktu kecil belajar agama baik di sekolah, di masjid dekat rumah, dan oleh orang tua juga selalu diajarkan untuk berbuat baik. saat usia saya bertambah, saya mulai merasakan dan mengerti apa itu yang namanya kehidupan. bukan untuk menggurui tapi tulisan saya ini hanyalah tulisan belaka sekedar membunuh waktu di weekend ini hehehe. mari

apa sih berbuat baik? saya gak perlu mengutip pendapat para ahli, ataupun pakar. pemikiran saya, berbuat baik adalah dimana kita harus melakukan hal-hal positif bagi diri sendiri, maupun orang lain jika memungkinkan. dalam berbuat baik, terkadang waktu kecil saya berpikir apa untungnya? dalam agama sudah tentu kita tahu, bahwa yang melakukan perbuatan baik akan mendapatkan ganjaran berupa pahala, maupun balasan kebaikan pada dirinya sendiri. seperti yang saya ungkap pada paragraf pertama, semakin kesini saya semakin merasakan dampak dari berbuat baik. bagi yang masih ragu untuk berbuat baik, lebih baik jangan di tunda ya🙂 seperti kisah saya berikut
*sekali lagi, saya bukan mau menggurui, tulisan ini hanya untuk membunuh waktu semata, dan silahkan ambil positifnya🙂

kisah pertama mungkin lumayan lama,kalau tidak salah ingat sekitar akhir 2011 dimana saya hendak melaksanakan ibadah solat jumat. kebetulan saya sedang di sebuah wilayah perkantoran yang agak jauh dari masjid, dan kebetulan juga saya sedang bawa kendaraan. beberapa dari teman yang sedang menunggu angkutan menuju masjid, langsung saja saya angkut, ya itung-itung biar mobil ndak kosong. kemudian ya sudah seperti biasa sampai di Masjid langsung melaksanakan solat jumat dan kami kembali ke tempat semula. mungkin ada yang akan bertanya dimana sisi berbuat baik dan jangan ditunda? mari kita tengok kisah selanjutnya yang saya alami di pertengahan tahun 2013.
saat saya ke Bali. perjalanan ke Bali kala itu menggunakan jalur darat, saat rombongan kami berhenti di sebuah warung makan di daerah Negara, waktu itu mendekati solat jumat. saya yang tidak mau kehilangan solat jumat betul-betul bingung karena tidak ada suara orang mengaji, atau pun melantunkan solawat saya pun berasumsi bahwa Masjid tidak ada di sekitar warung makan ini. kemudian saya melihat seseorang lengkap dengan baju koko,sarung dan peci berjalan yang kemudian saya ketahui itu adalah pemilik dari warung makan tersebut dan segera saja saya meminta ijin untuk menumpang kendaraannya dan alhasil saya bisa solat jumat🙂

kisah kedua masih terjadi juga di tahun 2013, saya yang menjadi seorang mahasiswa di Depok, yang setiap hari melintasi gerbang Universitas Indonesia tentu harus melewati stasiun UI. kala itu sedang heboh-hebohnya penggusuran lapak-lapak yang berada di Stasiun UI, sehingga para pedagang menutup akses jalan, sehingga kendaraan yang hendak masuk UI, harus memutar lewat jalan depan asrama. keadaan sangat macet, lalu lintas sebentar jalan, berhenti lama. kemudian sekitar di menjelang fakultas teknik, saya melihat ada sebuah sedan nampaknya sedang mengalami masalah dan seorang bapak nampak sudah berdiri menghadap ke bagian mesin yang kap nya sudah terbuka. entah pikiran darimana saya langsung berhenti di depan mobil itu dan turun menghampiri bapak itu. dan terjadi dialog seperti ini:
Saya: pak, mobilnya kenapa?
Bapak: gatau nih mas,temperaturnya naik
saya: ada air penambah radiator pak?
Bapak: ada mas.
saya: yaudah pak ditambah aja, nanti tunggu sekitar 5 menit baru start mesin lagi. (disini saya mendengar sayup-sayup ada yang manggil nama saya, cuma saya belom peduli-peduli amat)
5 menit kemudian …
saya: coba start lagi pak mesin nya (saya masih mendengar sayup-sayup ada yang manggil saya)
bapak: wah oke deh, saya mau lanjut jalan makasih mas. (sambil nutup kap mesin)
kemudian setelah nutup kap mesin, apa yang terjadi? ternyata di dalam mobil ada dosen yang selama ini ngajar saya *tepok jidat* sambil ketawa-ketiwi kayak kuda, saya langsung naik ke mobil lagi sambil masih gak ngebayangin kok bisa ya. setelah dengerin curhat saya ini mungkin pembaca (kalo ada yang baca) bingung ini sebenernya curhat atau apa? di mana letak jangan menunda berbuat baik? mari kita tengok kisah saya saat november 2013.

November 2013,  saat melintas di tol Kanci, saya berhenti di bahu jalan sembari membuka kap karena hendak mengisi air wiper. tak lama kemudian sebuah minibus L300 berhenti di depan saya, tanpa angin apa bahkan saya gatau itu siapa, sang driver turun dan menanyakan “mobil nya trabel pak?” dengan logat ngapak. setelah saya jawab tidak ada, kemudian driver L300 tadi naik ke mobil lagi kemudian langsung pergi. aneh? setelah itu, saya kemudian merasa hal yang barusan saya alami adalah dampak dari kisah saya yang pertama saat membantu mobil di UI.

sebetulnya masih banyak kisah saya yang menggambarkan tentang kebaikan. tapi apa daya, tangan sudah capek ngetik hehehe. apa sih yang bisa saya dan para pembaca (kalo ada yang baca) simpulkan? kalo saya sih menyimpulkan bahwa berbuat baik selalu akan ada balasannya, walaupun bukan orang yang kita bantu yang membantu kita🙂 bagaimana dengan kesimpulan para pembaca???

 

yuk berbuat baik🙂