Sudah merupakan janji saya untuk melanjutkan ke post ini hehehe😀 ini merupakan tempat terakhir saya sebelum mencapai tujuan yang sebetulnya tujuannya itu pun tidak jelas. Tanpa berlama-lama mari kita ikuti artikel ini….

Makanan? Pusat oleh oleh? Lagi lagi anda harus membuang jauh jauh tebakan anda itu, karena tebakan anda pun masih jauh dari kata benar, kali ini saya akan mengulas sebuah Masjid kembali, dimana masjid ini selalu membuat saya rindu untuk melaksanakan ibadah disini lagi dan lagi.

DSCF1946

Masjid Al Irsyad Satya, ya itu namanya tempat yang membuat saya “tersangkut” setelah sebelumnya saya mengunjungi Masjid Besar Rajamandala. Masjid Al Irsyad Satya ini berada di komplek perumahan yang cukup sejuk nan asri yang bernama kota baru parahyangan. Masjid yang bisa saya bilang bentuknya kotak ini berdiri cukup megah dengan berdampingan dengan sebuah sekolah.

Saat saya dan kawan tiba disini baru saja selesai adzan Ashar, sehingga saya masih sempat untuk melakukan ibadah solat Ashar berjamaah di Masjid ini. Memasuki ruang wudhu, lupakan masjid dengan ruang wudhu yang sempit, karena di masjid ini ruang wudhu bisa saya bilang cukup luas apalagi dengan dipisahnya kamar mandi dari ruang wudhu cukup menambah keluasan ruang wudhu ini, namun mungkin yang perlu diperhatikan adalah petunjuk untuk menuju ruang wudhu ini, ada sih tapi jika baru pertama kali datang pasti perlu Tanya Tanya dulu hehehe (pengalaman pribadi sih)

ruang wudhunya, adalagi disebelah terpisah tembok

ruang wudhunya, adalagi disebelah terpisah tembok

Setelah selesai wudhu, segera saya masuk ruang solat dan tak lama kemudian solat ashar berjamaah pun dimulai. Selesai solat, segera saja saya melaksanakan doa doa, kesejukan udara disini membuat saya khususnya sangat betah untuk berlama-lama disini, terlebih jika hari hujan bukan hanya sejuk, tapi bisa disebut dingin udaranya, bahkan kadang diselingi dengan kabut tipis yang mengelilingi Masjid semakin membuat siapapun akan malas beranjak hehehe. ketika baru pertama kali berkunjung dibagian tengah shaf paling depan terdapat semacam kolam yang dimana diatas kolam itu terdapat batu dengan Lafaz Allah, sangat menarik bukan? inilah salah satu yang membuat saya selalu rindu dengan masjid ini hehehe

interior masjid

interior masjid

berpadu dengan latar belakang gunung

berpadu dengan latar belakang gunung

Oh iya, sekedar mengingatkan saja bagi para pembaca mungkin yang nantinya akan berkunjung kesini dan membawa anak kecil yang hobi kesana kemari tanpa membawa alamat😀 tolong lebih dijaga terutama jika anak anda mendekati bagian ini, karena disana terdapat air yg lumayan bisa membuat kuyup seorang anak kecil (pengalaman waktu pertama kali datang kesini, si anak langsung jejeritan nangisnya)

ini nih yang perlu diwaspadai bagi yang bawa anak kecil

ini nih yang perlu diwaspadai bagi yang bawa anak kecil

parkiran cukup luas

parkiran cukup luas

Tampak Luar

Tampak Luar

Setelah beberapa kali “cepret cepret” sana sini, segera saja saya bertolak lagi menuju Jakarta…
mungkin dari pembaca ada yang bertanya, jadi sebenarnya apa yang kami cari? Entah saya dan kawan hanya senang berjalan tanpa arah seperti ini hehehe

Udah dulu ya

 

Heading back to Jekardah (bule mode on)

Heading back to Jekardah (bule mode on)

*sudahkah pernahkah anda jalan-jalan tanpa arah??