Pernah mengalami hal ini?

Pernah mengalami hal ini?

 

Mumpung sudah di rumah dan ada waktu senggang gak ada salahnya menumpahkan perasaan curahan hati saya yang gundah gulana ke dalam blog saya yang tercinta ini, semoga tidak ada yang protes, saya rasa sih tidak ada karena ini blog saya sendiri hehehe *ngomongsendiri. Jika ada yang bertanya tentang judul, dan menuduh penulis suka nonton sinetron di salah satu stasiun televise swasta itu, anda tidak sepenuhnya salah, karena saya cukup menggemari artis yang memerankan tokoh “Karin” (masih ada gak sih sinetron itu?)

Beberapa hari belakangan saya mendengar berita yang cukup unik “ichiro sang pengemudi agresif” entah kenapa pikiran saya kok langsung nge-link ke ichiro numabuchi yang ada di Komik Conan hahaha, ternyata saya salah, dari berita yang saya baca bahwa “Ichiro” ini mengambil tindakan cukup unik untuk menghakimi pelanggar lalu lintas, kemudian terbersit pikiran saya apakah sang pengemudi seorang aparat? Dan ternyata yang saya tau bahwa identitas pengemudi “Ichiro” ini terungkap adalah bukan seorang Aparat penegak hukum, tapi (kalo gak salah) Dosen. Dan saat tau mobil “ichiro” ini jenis Vitara 4×4 with ALTO style jujur saya semakin yakin, metromini pun pasti segan deket ichiro ini hehehe.

Kenapa saya mengawali blog saya dengan berita tersebut, saya teringat dengan status BBM seorang sahabat tadi pagi yang kalau tidak salah ingat berbunyi “Fenomena Ichiro merupakan bentuk ketidakpuasan Lalu Lintas”. Saya mencoba untuk netral karena tentunya saya bukan sodaranya Ichiro, ataupun sodara pak Kapolda Metro Jaya yang terhormat, saya hanya ingin menuliskan beberapa pengalaman yang “unik” jika tidak ingin di sebut aneh.

Semenjak memiliki pekerjaan kantoran, saya lebih sering menggunakan Sepeda Motor, alasan saya jelas saja pertama, menggunakan motor lebih cepat sampai, dan kedua lebih irit hehehe (maklum masih pegawai rendahan) walaupun sesekali bawa mobil, tapi tetap saja mobil lebih sering jadi monument di rumah. Penulis mencoba mengingat pertama kali masuk kantor per-bulan Oktober tahun lalu, berarti sejak itu lah saya mulai sering menggunakan motor. Sebagai orang yang awalnya lebih sering menggunakan mobil, tentunya kebiasaan menyetir mobil pun terbawa saat mengemudi motor, tapi…. Ada lho pengalaman uniknya hehehe. Yuk disimak…..

Pertama. Saya lupa bulannya, tapi saya masih ingat di daerah Tebet seputaran salah satu Warteg yang cukup tenar. Saat itu pagi hari, saya sedang menunggu lampu merah berganti jadi hijau, saya berhenti mungkin sekitar 15 detik, dan kemudian lampu pun berubah hijau. Tapi, apa yang terjadi? Saat saya mulai maju bersama motor lain, ada motor dari arah kiri saya (hendak lurus menuju soto gebrak) merangsek masuk untung saya yang saat itu berada dipaling kiri sempat ngerem, walaupun rem mendadak saya itu mendapat sambutan meriah dari klakson (kalau tidak salah) Honda Mobilio dibelakang saya. Yang unik (kalau tidak mau dibilang somplak atau terserah pembaca lah) saat itu si motor yang merangsek masuk ini meneriaki saya “eh……..buta lu ya gak bisa liat lampu?” jujur saat itu saya langsung minggir dan buka kacamata bukan untuk emosi, tapi untuk memastikan apakah saya memang seperti yang dikatakan si pengendara “unik” tadi? Alhamdulillahnya adalah saya tidak seperti itu. Jadi siapa yang salah?

Kedua. Mungkin ini masalah klasik atau malah mungkin sepele saat berhenti di lampu merah, jujur saya paling anti untuk berhenti melewati garis stop apalagi jika di situ ada zebra cross. Kecuali ada arahan petugas atau memang cukup aman untuk saya melewati garis stop, baru saya akan maju. Cukup sering saya mendapatkan ucapan “woi maju woi” bahkan klakson pun tak jarang terdengar dari klakson dari yang suaranya parau sampe mirip klakson standarnya Vellfire atau Harrier. Entah sebetulnya apakah memang saya yang salah jika melakukan seperti itu?? Mungkin jika ada pembaca yang lebih mengerti dibanding saya, berkenan sharing agar saya lebih mengerti dalam berlalu lintas.

Ketiga. Mobil yang hendak belok tanpa menyalakan lampu sen. Jujur ini sangat gondok untuk saya, karena cukup bahaya bagi pengendara seperti saya yang sukanya jalan di kiri dengan kecepatan gak lebih dari 60Km/h. berbagai jenis mobil saya temui, memang sih kebanyakan angkutan kota seperti metromini, angkot, kopaja dan kawan kawan lah pokoknya, tapi ada juga lho mobil pribadi yang masih melakukan hal seperti ini. Mungkin jika ada pembaca yang membaca tulisan saya ini mungkin menggerutu “halah, paling juga penulis sering begini kalo bawa mobil”. Terimakasih atas pendapat itu, tapi saya mencoba sebisa mungkin untuk menyalakan lampu sen ketika saya hendak belok.

Mungkin jika diungkapkan semua pengalaman saya, tentunya batre laptop yang saya gunakan akan habis apalagi jika tidak di charge hehehe, saya rasa itu sih sementara yang menjadi pengalaman unik saya dalam bermotor.

Kemudian apa hubungan pengalaman saya itu dengan fenomena “ichiro” dan status BBM sahabat saya pagi tadi? Mungkin ada pembaca yang mau menyimpulkan nantinya silahkan tulis di kolom comment ya (biar rame blog saya) kalau saya pribadi, jujur saya setuju dengan status BBM sahabat saya itu. Ditengah lalu lintas kota Jakarta, yang semakin lama semakin amburadul, malah kalo gak salah udah dapet predikat kota termacet ya? Makin banyak orang yang stress dalam menghadapi lalu lintas ini. Apalagi dengan masalah yang bisa saja dihadapi di rumah, di kantor atau dimana lah yang bisa membuat orang semakin stress di jalan saat macet. Jujur saat saya sedang mengemudi mobil menuju kantor saya merasa menjadi orang yang harus sangat bersyukur, bahwa tidak perlu mengalami sakit bokong hingga leher yang cukup menyiksa sepanjang perjalanan. Sampai sekarang pun, saya masih menjadi pengguna rutin sepeda motor jika hendak ke kantor, hanya saat hujan baru mobil keluar hehehe.

Pada akhirnya, Mungkin dengan adanya fenomena “ichiro” ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, betapa pentingnya kita tertib berlalu lintas, sehingga semua bisa selamat sampai tujuan, pulang kembali pula dengan selamat. Ketika di jalan, mungkin memang masih ada banyak yang membuat emosi naik, saya pribadi dulu mungkin termasuk tempramen dalam mengemudi, namun sekarang saya mempraktekkan jika sedang naik motor, segera minggir teguk air putih sambil berdiri, beristirahatlah sejenak, ini bagi saya efektif untuk menghilangkan emosi dan sakit pinggang saya hehehe.

Akhir kata saya mengajak diri saya sendiri dan juga pembaca, yuk tertib berlalu lintas mari menjadi pelopor keselamatan🙂

 

Yuk !!!

Yuk !!!

 

 

sumber gambar:
gambar 1: https://ririsatria40.files.wordpress.com/2011/02/jakarta-macet1.jpg
gambar 2: http://2.bp.blogspot.com/-_GwNB4NSkEE/UlF3dOylO2I/AAAAAAAAANg/KMc7_AOpiA0/s1600/391857_533384426693534_1019644521_n.jpg