Halo semua nya, kembali lagi bertemu dengan penulis yang makin lama makin sibuk (ciyeh) padahal sih di kantor juga gak sibuk-sibuk amat, tapi sekalinya sibuk…. Sibug banget (curhat). Penulis kali ini mampir ke sebuah pulau yang cukup tenar dengan garam nya, setelah mengerjakan beberapa PR yang tertunda, tentunya perjalanan yang super singkat ini harus dibumbui dengan masalah kuliner…. Yuk di simak

 

Bebek Sinjay

Bebek Sinjay

Perjalanan mengerjakan PR yang tertunda kali ini belokasi di salah satu Kabupaten di Pulau Madura. Setelah lama tidak mengunjungi Pulau Madura, akhirnya ada juga alasan untuk kembali ke Pulau yang cuacanya cukup terik saat itu. Berangkat dari stasiun Pasar Turi, bersama seorang kawan saya langsung menuju Pulau Madura, tentunya melewati jembatan suramadu yang tenar itu, saat saya menuju Madura, arus lalu lintas sangat lengang, tidak ada hambatan seperti di…. Ah sudahlah😀

Berhubung perut belum di isi dari malam, saya mencoba untuk mengunjungi sebuah kuliner yang sangat tenar seantero jagat Pulau Jawa (lebay gak sih?) yaitu Bebek Sinjay. Jangan berharap saya memberikan petunjuk jalan, karena saat itu saya hanya di pandu GPS setelah keluar Tol Suramadu, lagipula tinggal ikuti petunjuk arah menuju Bangkalan, dan nanti Bebek Sinjay akan ada di kanan anda.

ada di sisi kiri kalo menuju surabaya

ada di sisi kiri kalo menuju surabaya

Tempat makan yang sangat mudah ditemukan ini memang berada di pinggir jalan dan cukup besar tempatnya, mengingatkan saya pada Sate Maranggi Cibungur di Cikampek, jejeran meja dan bangku yang cukup luas seolah mampu menampung animo perut yang penasaran dengan rasa bebek sinjay ini. Buktinya walaupun bukan jam makan saat saya berkunjung, ada beberapa mobil maupun motor yang bukan plat lokal, beberapa yang sempat saya ingat seperti plat L, plat N, plat DK, hingga plat B mampir ke sini (sebetulnya sih salah satu dari mobil plat B itu mobil kawan saya ini hehehe).

deretan parkir mobil ada di belakang

deretan parkir mobil ada di belakang

Beruntung, pagi itu suasana tidak begitu ramai, padahal menurut info kawan dan banyak orang mengatakan pasti bebek sinjay ini selalu ramai pengunjung, apa saya pas mampir bukan jam makan kali ya? Jadi nggak ramai. Segera saja saya memesan 2 porsi bebek saat itu, harga tidak begitu mahal, cukup 22 ribu Rupiah untuk satu porsi bebek dengan penyegarnya teh botol.

ini dia

ini dia

sepi kan? hehehe

sepi kan? hehehe

Kesan pertama saat menyantap, beneran enak apalagi ini adalah kali pertama saya berkunjung ke sini. Awalnya saya berpikir bahwa bebek sinjay ini seperti bebek yang saya santap di jakarta, yakni bebek disajikan dengan bumbu pedas, namun ternyata anggapan saya salah, karena bebek di sini digoreng dengan sangat empuk malah saya ngiranya ini tadinya ayam ckckck, namun untuk teman cocolan disajikan pula sambal yang asem iya pedes iya, pokoknya maknyus banget deh ini bebek, pantesan banyak yang merekomendasi saya untuk makan di sini kalau ke Madura.

ini dia bebek sinjay

ini dia bebek sinjay

pokoknya maknyus dah

pokoknya maknyus dah

Sayangnya saya tidak sempat berlama-lama di sini karena harus melanjutkan perjalanan. Sebagai catatan ketika saya kembali ke Surabaya, bertepatan dengan jam makan siang, benar adanya cerita yang bilang bahwa bebek sinjay ini ramai pake banget, bahkan mobil yang kami tumpangi, sempat mengantre ketika hampir mendekati bebek sinjay ini. Jadi siapapun pembaca yang mampir ke madura, sempatkan lah mampir ke sini hehehe. Mumpung masih murah hehehe, sementara saya mencari alasan kembali untuk mengerjakan PR lagi di Pulau Garam ini.