Halo semua, kali ini penulis akan membagikan pengalaman menumpang kereta api Argo Parahyangan, sekali-kali ngomongin kereta kan gapapa, besok pesawat deh mumpung ada gambar-gambarpesawat pas pulang dari Surabaya Februari lalu, ada yang ingin tahu cerita saya bagaimana? Tidak ada!!??? Baiklah saya akan tetap melanjutkan tulisan saya ini hehehe.

 

kepala rangkaian

kepala rangkaian

berawal dari berita yang disajikan dalam sebuah website berita yang memberitahukan bahwa akan ada tiket kereta promo, apalagi saya sudah sangat terbantu saat hendak menuju Surabaya dengan tiket promo juga , tentunya hal ini membuat saya laksana gelap mata (lebay), walhasil saya tentukan untuk menuju Kota Bandung dan Cirebon tentunya dengan waktu yang berbeda, namun kali ini yang akan saya ceritakan adalah perjalanan saya ke Bandung terlebih dulu.

Saya mendapatkan tiket kereta dengan harga 69 ribu Rupiah, cukup murah karena subclass eksekutif argo parahyangan sudah sekitar 100ribu rupiah, awalnya saya tidak tahu ngapain saya di bandung namun dengan adanya “email nyasar” yang mendadak masuk ke email saya, walhasil saya makin tidak sabar untuk ke bandung.

Keberangkatan saya saat itu jam 5 pagi, saya pun diantar kedua orangtua tercinta menuju stasiun gambir sekitar pukul 4.20 pagi, cukup ramai kereta saat itu okupansi kereta yang saya naiki pun cukup penuh. Mungkin ada yang bertanya kenapa saya naik kereta sepagi ini, jawabannya mungkin egois karena saya ingin mencoba duduk di single seat nya kereta api hehehe, kan biar berasa di bis Super Eksekutif gitu hehehe.

monas saat itu

monas saat itu

ini dia rangkaiannya

ini dia rangkaiannya

pas dari gambir cukup sepi

pas dari gambir cukup sepi

seat pitch saat itu

seat pitch saat itu

Pukul lima tepat, kereta diberangkatkan dengan tujuan akhir stasiun Bandung. Berhubung belom solat subuh akhirnya terpaksa saya lakukan solat subuh secara duduk. Matahari belum menampakkan wujudnya saat rangkaian melintas stasiun jatinegara yang kemudian berhenti di stasiun bekasi untuk menaikkan penumpang. Setelah menaikkan penumpang di stasiun bekasi, kereta kembali melanjutkan perjalanan, matahari yang mulai menunjukkan wujudnya jauh di sisi kiri saya.

IMG_1421

kecepatannya boleh lah

kecepatannya boleh lah

berkejaran dengan sunrise?

berkejaran dengan sunrise?

Kereta mulai memasuki wilayah kabupaten bekasi yang ternyata masih banyak lahan hijaunya, dan tempat yang selalu saya kagumi yakni cikarang dry port hehehe mulai terlihat ketika matahari sudah hampir menyinari sempurna. Kereta terus berjalan cukup cepat, saya pun yang masih hepi dengan single seat ini mulai merebahkan jok ini, sembari menjodohkan carjer ke henpon saya yang nampaknya sudah bocor baterainya ini.

akhirnya naik single seat juga

akhirnya naik single seat juga

Memasuki purwakarta kereta kembali berhenti untuk menurunkan penumpang, setelah saya alihkan perhatian ke kiri kok kayaknya makin banyak aja ya gerbong yang gak kepake ditaro di sini??apa perasaan saya aja? Tidak lama, perjalanan pun kembali dilanjutkan memasuki wilayah entah mana sepertinya sih masih purwakarta juga (gatau daerahnya hehehe,Cuma sesekali terlihat tol cipularang) Argo Parahyangan ini mulai terasa menanjak dan kecepatan pun berkurang secara perlahan. Namun tentunya pemandangan makin banyak yang hijau hijau, pokoknya mantep deh kadang ini yang membuat saya kangen naik kereta, melihat pemandangan indah pelosok Indonesia yang jarang saya temui jika naik kendaraan lain.

bakal kepake lagi gak ya?

bakal kepake lagi gak ya?

bakal seberapa tinggi ya ke depannya?

bakal seberapa tinggi ya ke depannya?

Oh iya untuk pelayanan tentunya bagi saya sangat memuaskan dong, tentunya argo parahyangan memang membuat saya selalu bahagia karena banyak penumpang nya yang cantik cantik, prami nya pun tentu juga banyak yang cantik hahaha (moga2 nyonya gak komen gara2 ini). Sepanjang perjalanan, diputar juga film, namun sayangnya tidak menarik bagi saya akhirnya saya memilih merebahkan jok dan colokin headset aja hehehe.

mulai nanjak dan belok

mulai nanjak dan belok

tinggi

tinggi

ijo

ijo

Ada hal yang aneh dan akan membuat saya waspada ke depannya jika saya menggunakan kereta lagi. Saat saya hendak menunaikan pipis di kamar mandi gerbong sebelah saya sudah sangat yakin mengunci pintu kamar mandi namun entah mengapa tiba-tiba saya yang sedang menikmati momen momen di kamar mandi ini harus diinterupsi dengan terbukanya pintu secara tiba-tiba !!! untung saja tidak ada orang di luar kamar mandi, jika ada pembaca nantinya bertanya tolong jangan tanyakan ke saya, karena saya sudah sangat yakin untuk mengunci pintu kamar mandi saat itu. Ini akan menjadi kewaspadaan saya ke depannya.

Setelah bergijag gijung ria tanpa goyangan citra marcelinna saat mendendangkan lagu kereta malam, akhirnya sekitar 8.30 saya tiba di stasiun Bandung. Agak meleset dari jadwal karena, sempat tertahan di 2 stasiun cukup lama karena harus berbagi kesempatan dengan argo parahyangan yang hendak menuju Jakarta, jika tidak salah di stasiun Cikadodog, dan stasiun Cilame (mohon koreksi bila ada kesalahan nama). Akhirnya saya harus melangkahkan kaki menuju ke tempat saya hendak mengerjakan PR……

sebelahan sama mobil, kalo gak salah pas berhenti di cilame

sebelahan sama mobil, kalo gak salah pas berhenti di cilame

malah terdampar di sini

malah terdampar di sini

 

Rincian Biaya:

TIket Gambir-Bandung : 69,000
Cemilan : 27,500
Angkot stasiun-Balaikota: 3,000
Total: 99,500