Sebetulnya ini sih cerita kunjungan saya ke Surabaya di bulan februari lalu, Cuma kok belom sempet juga ketulis di blog amatiran ini, jadi ya mumpung di rumah nulis yuk, daripada keburu basi.

House of Sampurna

House of Sampoerna

Kali ini saya akan mengulas tempat wisata (horeee) akhirnya kan saya nulis tempat wisata hahaha, wong jarang-jarang penulis ini menceritakan tentang tempat wisata yang dikunjungi, kali ini saya akan menuliskan artikel amatiran tentang salah satu tempat wisata yang berada di kota Surabaya yaitu House of Sampoerna. Yaps pada februari lalu, penulis berkesempatan mampir ke sini, mengingat waktu yang gak sampe 24 jam ada di Surabaya membuat penulis harus “jam mepet” untuk mampir ke sana-sini, dan menurut rekomendasi seorang kawan, house of Sampurna ini adalah salah satu yang harus dikunjungi, begini ceritanya.

Di siang yang terik, layar digital menunjukkan temperature AC di suhu 20 derajat celcius lumayan membuat perjalanan saya cukup sejuk, namun belum terlalu sejuk karena belum berkunjung ke sana kemarih dengan membawa GPS. Berdasarkan informasi kawan penulis, ada tempat bernama House Of Sampoerna yang kebetulan sejurusan dengan tempat dinas yang akan kami datangi di akhir perjalanan, walhasil ya hayuk dah ke sana.

Berada di daerah jembatan merah dan dekat bekas penjara apa gitu yang kata kawan sih sekarang udah gak kepake tapi malah banyak gambar-gambar hasil kreatif tangan anak muda Surabaya, mobil yang kami tumpangi mulai memasuki bangunan yang bernama House Of Sampoerna ini. Kesan ramah yang diberikan oleh penjaga keamanan sangat terasa ketika kami baru memasuki pelataran parkir, bahkan mereka tidak segan untuk membantu kami dengan menunjukkan lahan parkir yang kosong.

lahan parkir

lahan parkir

Kesan pertama saya adalah “buset gede banget itu batang rokok” ya, bangunan ini terdapat replica batang rokok yang berdiri besar dan kokoh, berhubung saat itu udah panas banget cuaca Surabaya, akhirnya langsung saja masuk, tapi sebelum masuk saya sempet celingak celinguk ngeliat dimana tempat beli karcis masuk nya yang ternyata GRATIS !!! (nah yang begini gue demen hahaha). Berbeda dengan suasana diluar, suasana di dalam sangat sejuk, pendingin ruangan bekerja sukses untuk membuat suasana sejuk ditambah dengan gemericik air yang berasal dari pancuran air berbentuk lingkaran itu (sayang kelupaan moto, baru inget pas udah take off).

House Of Sampoerna ini membawa pengunjung untuk lebih mengenal bagaimana cara pembuatan rokok sampoerna dari jaman baheula sampe jaman sekarang, siapa saja pendiri sampoerna bagaimana wajah wajah mereka semua tersaji lengkap dalam bentuk foto yang ciamik (apa pula). Selain foto, tentunya ada pula alat-alat pembuat rokok, barang-barang pendukung pembuatan rokok, dan tentu saja tembakau. Oh iya bagi yang gak kuat tembakau, di sini kayaknya harus waspada karena bau nya lumayan menyengat, karena saya pernah ke museum kretek di Kudus, bau nya tidak begitu menyengat seperti ini. Sebagai catatan, saat saya berkeliling perhatian saya tertuju pada sebuah lemari yang berisi contoh bungkus rokok jebolan Sampoerna dalam berbagai model bungkus, hingga terdapat bungkus rokok yang betuliskan “Istana Presiden” dalam hati saya, walaupun saya ndak merokok pengen juga nih punya satu buat keren-kerenan hahaha.

para penggede sampurna dari masa ke masa

para penggede sampoerna dari masa ke masa

masih foto juga

masih foto juga

IMG_0918

entah ini peralatan apa

entah ini peralatan apa

IMG_0927

motor tua juga ikut ditampilkan di sini

motor tua juga ikut ditampilkan di sini

ini nih yang pengen punya

ini nih yang pengen punya

mungkin ini peta penyebaran produk sampurna kali ya?

mungkin ini peta penyebaran produk sampoerna kali ya?

Iseng-iseng naik ke lantai 2, ternyata di sana terdapat penjualan souvenir bagi kita yang ingin membawa oleh-oleh untuk orang di rumah, namun saya tidak membeli dengan alasan waktu yang mepet sekali dan ribet membawanya ke dalam pesawat (padahal mah aslinya pelit). Selain tempat berjualan souvenir, di lantai 2 ini kita bisa melihat suasana pabrik pembuatan rokok Sampoerna, sayangnya entah kenapa di lantai 2 ini tidak diperkenankan mengambil gambar, sebetulnya sih bisa bisa aja wong yang jaga juga Cuma seorang, namun taati peraturan aja deh hehehe. Oh iya terdapat pula sebuah mesin dengan layar sentuh yang berisi informasi mengenai House of Sampoerrna yang tentunya sangat membantu untuk kita mengenali lebih jauh apa saja yang ada di dalam House of Sampoerna ini.

Setelah merasa cukup puas berkeliling, saya dan kawan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke markas besar, namun saat hendak menuju mobil lah kok mata teralihkan karena mu.. ehhhh maksudnya teralihkan karena kehadiran 2 buah Sedan Mewah besutan negeri Inggris. Yaps apalagi kalo bukan Rolls Royce, tak tanggung-tanggung 2 Unit Sedan Mewah berkelir merah dan putih diboyong langsung dari Negara tetangga Singapura, bahkan mobil ini pun masih menggunakan plat Singapura. Yang saya bingung adalah bagaimana mobil ini dirawatnya ya, karena sayang banget kalo mobil ini hanya nangkring dengan jackstand terpasang. Jujur, penulis malah lebih lama ngerubungin mobil ini dibanding keliling di dalam House of Sampurna hahaha.

IMG_0949

Sampoerna yang Sempurna

Sampoerna yang Sempurna

kapan ya punya model begini

kapan ya punya model begini

papan informasi

papan informasi

Spirit of Ecstasy logo keramat yang pengen saya copotin

Spirit of Ecstasy logo keramat yang pengen saya copotin

Pada akhirnya setiap perjalanan pun harus kita akhiri sejenak, sembari mencari alasan apalagi yang hendak digunakan untuk kembali ke kota yang penuh dengan sejarah ini. Mesin besutan amerika yang menurut kabar dirakit di negeri Gajah putih ini kembali dinyalakan, tuas persneling di arahkan ke R, untuk kemudian berganti posisi menjadi D, perlahan namun pasti kami meninggalkan House of Sampoerna….