Selamat berjumpa kembali para pembaca dengan penulis yang belom tidur ini masih mendengarkan tembang-tembang manis nan semangat dari Bon Jovi, efek gak nonton konser kemaren nih (curcol). Berhubung ada waktu, kali ini penulis akan menceritakan sekelumit pengalaman (pret banget deh ah) waktu penulis dan beberapa kawan tidak sengaja ke Tanjung Lesung daerah Banten. Bagaimana ceritanya? Begini lah….

S__1523731

Perjalanan ini sebenernya gak direncanakan sama sekali, berawal dari penulis yang hendak survei ke daerah Puncak, Bogor untuk cari Villa dengan seorang kawan yang kemudian gak bisa menemani karena ada acara mendadak, dan akhirnya berangkat lah penulis dengan kawan yang emang hobi bikin sesat anak orang…. Satu persatu tim keberangkatan mulai dijemput, cipinang, slipi, pondok indah dan terakhir ciledug yang menjadi titik terakhir penjemputan. Awalnya saat mobil masih di daerah cipinang, tujuan masih ke Puncak, saat berada di slipi tujuan mulai goyah antara Puncak atau Tanjung Lesung, saat menjemput di pondok indah Tanjung Lesung hampir menjadi pilihan, dan saat penjemputan di Ciledug, Tanjung Lesung dipaksa untuk menjadi pemenang tujuan kali ini.

Rute kali ini mengambil Tol Jorr-Tol Tangeran Merak-Exit Serang Timur-Pandeglang-Labuan-Panimbang-Tanjung lesung. Karenasudah memasuki waktu makan siang, rombongan karnaval penulis berhenti sejenak untuk makan siang di rumah makan langganan penulis di RM Bu Entin Labuan (yang ini pusatnya). Singkat cerita, setelah ludes semua hidangan yang ada di meja, saatnya penulis menunjukkan ke-amatiran gaya mengemudi di ruas Labuan-Tanjung Lesung.

saatnya nge-blong ke tanjung lesung

ludes, saatnya nge-blong ke tanjung lesung

Perjalanan di tempuh sekitar 1 jam 15 menit dari Labuan dengan kecepatan standar lah gak berani kenceng mobil punya orang. Yang perlu dijadikan catatan penting adalah kondisi jalan, sepanjang ruas dari Labuan sampai Tanjung Lesung, bisa dibilang cukup baik ada yang aspal hotmix dan beton, namun menjelang Tanjung Lesung jalan agak menyempit dan ada beberapa aspal yang tergerus (mungkin tanah labil) jadi hati-hati ya kalo yang pake mobil ground clearance rendah, tapi selebihnya oke kok.

Sesampainya di Tanjung Lesung penulis takjub (pret, lebay) tapi bener kok ini wilayah memang nampaknya bener-bener serius untuk digarap menjadi K.E.K Pariwisata cakep banget deh. Masuk wilayah Tanjung Lesung kayak mau masuk komplek gedongan, dihormatin satpam, kemudian dikasih kartu pass masuk (gratis loh) mana cuaca sekitar cukup sejuk dikarenakan ada pepohonan yang cukup rindang, jadilah kita sejenak ber-narsis ria (pret) pake tongsis bluetooth pinjeman (gaptek). Setelah cukup, rombongan pawai kami pun bergerak kembali dan menemukan sebuah plang petunjuk yakni “Beach Club” ayok masukkkkkk !!!

rombongan pawai

rombongan pawai

Pas masuk area Beach Club itu penulis makin kagum, ternyata di sini banyak banget Air Laut !!!! (kemudian penulis digebukin pembaca) hahaha bercanda tapi emang bener kok banyak banget air nya, oh iya pas mau masuk pun ditagih karcis seharga 40ribu/orang (mobil sih waktu itu gak diitung) selesai masuk mobil terparkir dengan rapi dan kita melangkah masuk ke area Beach Club ini. Baru bebrapa langkah, entah kenapa penulis merasa ini mirip di Bali (duh kayak pernah ke Bali aja ya) bagaimana tidak, tata dekorasi, tata bangunan itu sangat mirip dengan Tanjung Benoa, ditambah pula ada water sport yang bisa dinikmati pengunjung yang tentunya bayar ya ekekek. Setelah nyari tempat adem, akhirnya gak kuat juga ngelawan rasa penasaran pengen nginjekin air laut di Tanjung Lesung. Oh iya bagi yang gak kuat panas dan gak mau item jangan lupa bawa kaca mata hitam dan Sunblock kalo penulis sih kemaren gak pake…..

ada menu kalo mau water sport

ada menu kalo mau water sport

tempat ngadem

tempat ngadem

nah ada pisang ngambang nih

nah ada pisang ngambang nih

garis pantai

garis pantai

ini karang tajem juga lho kalo gak pake sandal

ini karang tajem juga lho kalo gak pake sandal

boyband KW

boyband KW

Setelah puas mainan air laut dan tak lupa pula bikin foto kayak boyband akhirnya kami pun mencari tempat yang lebih adem sembari membuka otak-otak yang menjadi hadiah dari Bu Entin (bukan hadiah, tapi beli), setelah mendapatkan tempat yang adem nan sejuk kami pun memesan Kelapa Muda yang harga1 butir nya……. Ah sudahlah untung gratis (eh apa saya lupa patungan ya?). Pokoknya sembari ngupasin otak-otak, ngerokin kelapa muda, ngintipin orang pacaran… Bener-bener berasa jadi bapak-bapak bahagia deh hahaha. Yang tidak terasa adalah waktu yang terus berjalan momen yang penulis tunggu adalah momen sunset melihat bagaimana proses terbenamnya ciptaan Allah SWT yang sangat indah membuat kita sekali lagi harus merenung bahwa nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan.

rombongan pawai lagi

rombongan pawai lagi

narsis yang penting hore

narsis yang penting hore

Setelah menunaikan foto-foto narsis yang pret banget deh, dan lagi-lagi pake tongsis bluetooth dan fisheye yang hore juga ya kalo punya kayak ginian hahaha, penulis dan rombongan pawai pun kembali ke mobil untuk segera menuju Jakarta. Perjalanan pulang yang mulai gelap, membuat pak pengemudi (alias yang punya mobil) meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana tidak, lampu penerangan tidak ada (jarang) sedangkan jalan yang sempit dan tiba-tiba ada anjing liar yang nyebrang mendadak kacau dah (padahal mah sebenrnya yang ngelintas juga banyak, tapi gak keliatan aja…..) perjalanan pulang pun dilalui dengan cepat, bagaimana tidak pukul 18.00 kami baru saja menyerahkan kembali kartu pass masuk kepada pak satpam, sedangkan jam 21.55 rombongan penulis berkurang satu karena penumpang pertama sudah diturunkan di Ciledug. Dan sekitar jam 23.15 penulis pun sampe di kasur, sembari merenung bahwa nikmat tuhan mana lagi yang hendak kau dustakan…..

sampe ketemu beberapa bulan lagi

sampe ketemu beberapa bulan lagi

Tanjung Lesung aku padamu deh pokoknya🙂

maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?

maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?