Para pembaca, kembali lagi penulis mencoba untuk menuliskan artikel yang sebenernya udah telat banget tapi gapapa lah ya berhubung menurut penulis ini merupakan artikel yang bermanfaat penulis akan mencoba mengumpulkan niat untuk melanjutkan tulisan ini. Tulisan kali ini merupakan pengalaman penulis saat membuat paspor secara online yang ternyata…. MUDAH !!!
IMG_2671

Seiring berjalannya waktu, pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai hingga akhir tahun 2015 ini malah diperparah dengan adanya jadwal pekerjaan rumah semester awal tahun 2016 yang memaksa penulis untuk berkunjung ke beberapa wilayah di luar Indonesia yang artinya adalah penulis harus memiliki dokumen resmi yang bernama paspor. Perjalanan bikin paspor bermula setelah kena teguran karena mengabaikan pekerjaan rumah di Kuala Lumpur, Malaysia pada akhir oktober kemarin apa daya karena tuntutan akhirnya penulis memberanikan diri mencari cara untuk membuat paspor. Awal pertama mencoba via biro jasa, harganya ampun deh mending buat beli kemeja kerja ane bisa dapet 5 atau 6 potong hahaha. Sambil baca-baca di salah satu forum, gak sengaja nemu bahwa katanya bikin paspor bisa via web?? Segeralah penulis meluncur ke website imigrasi di alamat imigrasi.go.id setelah utak-atik ketemu juga, dan langsung lah ngisi data. Untuk lebih rincinya akan saya bagi beberapa poin dengan harapan untuk mempermudah (jika ada) penulis yang membaca dan ingin mempraktekkannya🙂

29 Oktober 2015
Penulis mulai dengan mengisi data-data seperti nama, nomor identitas, alamat, dan lain-lainnya lah pokoknya, yang jelas isi datanya dengan teliti jangan sampe ada yang salah tulis. Setelah mengisi data diri, kita akan dihadapkan pada pilihan kedatangan ke kantor imigrasi. Jika ada yang bertanya mengapa kita harus datang ke imigrasi, tentu saja dikarenakan kita memang harus menjalani kembali serangkaian prosedur mulai dari verifikasi data asli (KTP, KK, Akte kelahiran atau ijasah) wawancara, foto dan lain-lain deh pokoknya.
Setelah mengisi data diri dan konfirmasi kedatangan kita ke kantor imigrasi kita akan diberikan total biaya yang harus dibayarkan melalui Bank BNI bisa lewat teller atau atm bagi yang punya kartu ATM BNI, cuma penulis kemaren sih bayar via teller wong BNI di sebelah kantor. Yang menjadi catatan penulis, penulis mulai mengisi data diri jam 9.30 pagi, kemudian penulis membayar saat jam istirahat makan siang dan ternyata belum bisa membayar !!! Alasan teller sih katanya data belum masuk ke database Bank BNI jadi terpaksa besok nya lagi ke BNI buat bayar. Oh iya, setelah kita konfirmasi di aplikasi nanti akan masuk lembar pengantar untuk kita bawa ke Bank BNI melalui email pribadi yang kita daftarkan.

laman imigrasi

laman imigrasi


klik aja yang ditandain panah

klik aja yang ditandain panah


isi deh datanya

isi deh datanya


setelah semua beres nanti dapat ini

setelah semua beres nanti dapat ini

gagal bayar, datang besok ya nak

gagal bayar, datang besok ya nak

30 Oktober 2015
Penulis bayar deh, antre di BNI saat itu lumayan cepet total biaya yang dikeluarkan 360 ribu Rupiah yang terdiri dari biaya pembuatan paspor,biomerik, dan admin bank. Oke setelah kelar pembayaran, langsung buka email sebelumnya dan klik link yang ada di email itu. Setelah di klik nanti ikuti petunjuknya nanti akan muncul notifikasi yang menyatakan bahwa konfirmasi kedatangan ke kanim.

berhasil bayar akhirnya

berhasil bayar akhirnya


berhasil, tinggal datang pada tanggal yang sudah ditentukan

berhasil, tinggal datang pada tanggal yang sudah ditentukan


dapat ini juga

dapat ini juga


dan ini juga

dan ini juga

13 November 2015
Kedatangan ke kantor imigrasi, walaupun kantor deket rumah tapi tetep kekeuh berangkat jam 5.15. Sampe di sana sempet ciut juga karena antrean orang udah banyak banget. Oh iya, untuk persyaratan bawa lah KTP,KK,Akte kelahiran atau ijasah aslinya dan foto kopinya, dan untuk fotokopian jangan dipotong !!! Ini nih yang bikin panik, akhirnya nyari fotokopi lagi sekalian beli materai 6000. Setelah muter-muter nyari tukang fotokopi eh nyampe kantor imigrasi lagi jam 6.20, langsung daftar lah ternyata baru sampe nomer antrean 7??? Padahal kalo yang walk in udah sampe nomer 50an deh kalo gak salah. setelah itu sarapan dulu makan bubur ayam sembari ngeliatin pegawai imigrasi senam, buat pengunjung boleh juga kok hahaha.
Akhirnya jam 7.30an penulis mulai merapat ke ruang tunggu udah rame juga. Pada saat ini yang dipanggil duluan adalah yang prioritas yang merupakan kaum lanjut usia, bawa anak, ibu hamil gak lama sih cuma sebentar. Akhirnya mulai lah dipanggil secara selang-seling antara walk in dan online. Pertama adalah verifikasi dokumen, petugas ramah cuma terlihat tegas maklum bapak-bapak. Setelah verifikasi dokumen kemudian wawancara nahhhh di sini, alhamdulillah dapat mbak-mbak cantik yang wawancara hahaha. Wawancara ditanya mau kemana,mau ngapain, sebelomnya udah punya paspor apa belum, ujung-ujungnya malah nanya kuliah dimana gataunya tetanggaan hahaha (sayang gak sempet minta nomer hp atau alamat rumahnya). Setelah wawancara, kita antre lagi untuk foto tapi ini bukan foto paspor, tapi foto untuk menunggu antre giliran foto paspor gak ngerti sebenernya ini buat apaan sih hahaha, kenapa harus antre berbasis foto? Setelah foto itu, langsung diarahkan ke lantai 2, yang ternyata lebih lebar dan sepi. Gak lama nunggu kemudian penulis dipanggil untuk foto, ngobrol-ngobrol sebentar ama petugasnya langsung diarahkan foto sembari dijelaskan bahwa paspor bisa diambil 3 hari kerja, berhubung saat itu hari jumat petugas memperkirakan paspor rabu sudah jadi. Dengan ini tahapan sudah selesai !!! Gak sangka paspor sudah mau jadi

dibagi map kayak gini, free of charge

dibagi map kayak gini, free of charge


antrean saat mulai dipanggil verifikasi berkas kemudian wawancara

antrean saat mulai dipanggil verifikasi berkas kemudian wawancara


naik ke lantai 2, lebih lebar tapi cuma buat foto aja

naik ke lantai 2, lebih lebar tapi cuma buat foto aja

19 November 2015
Harusnya sih sehari sebelumnya ngambil, berhubung lagi keluar kota akhirnya baru hari ini nyempetin ngambil. Saat ngambil, kita diminta untuk menunjukkan bukti pembayaran dan KTP. Oh iya, jam buka pengambilan paspor ini jam 10.00 sampai sore kayaknya (gatau pastinya jam berapa) jadi lebih santai lah. Setelah mengambil nomor antrian, langsung masuk ke ruangannya, yang baru ngeletakin pantat udah dipanggil. Setelah tanda tangan di buku pengambilan paspor, paspor saya diserahkan dan saya sudah resmi memiliki paspor !!!

sebagai catatan, ternyata paspor ini juga bisa diambil oleh orang lain yang bukan pribadi pemilik paspor. bisa juga oleh anggota keluarga yang terdaftar dalam satu KK, maupun orang lain yang tentunya melampirkan surat kuasa ber-materai. tentunya ini menjadi suatu kemudahan bagi pemilik paspor yang sangat sibuk yang jarang memiliki waktu luang untuk mengambil paspornya.

jangan lupa bawa ini

jangan lupa bawa ini


ruang tunggu pengambilan lebih tentram

ruang tunggu pengambilan lebih tentram


nah ini kalo yang mau paspornya diambil oleh orang lain

nah ini kalo yang mau paspornya diambil oleh orang lain


jadi deh paspor ane

jadi deh paspor ane

Kesan pertama saya hal ini tentunya memudahkan bagi masyarakat, dibanding menggunakan biro jasa yang harganya agak mahal (bagi saya). Selain itu, menurut saya juga petugas di sana sudah cukup ramah dan rendah hati dalam memberikan pelayanan walaupun memang terlihat kurang ramah tapi sebenernya ramah kok, dan tentunya jangan ragu untuk bertanya ke petugas jika memang ada yang bingung. Overall pelayanan imigrasi sekarang sudah lebih baik dibanding beberapa tahun kebelakang saat saya ngurus paspor sendiri dan akhirnya memilih via birojasa…. Semoga layanan ini selalu dipertahankan.