Halo para pembaca, lagi lagi bertemu dengan penulis yang akan menuliskan catatan-catatan yang gak penting, tapi daripada blog berdebu kan mending di isi dengan catatan penulis yang gak seberapa ini. Setelah sebelumnya penulis membagikan pengalaman dalam menumpang Bus, kali ini penulis ada rejeki lebihan jadinya naik burung pake mesin, alias Pesawat Terbang. Pesawat apa yang ditumpangi penulis? Dan kemanakah penulis kali ini? Simak yukkkk.

Welcome Aboard at Boeing 737-500 operated by Nam Air

Welcome Aboard at Boeing 737-500 operated by Nam Air



Keberangkatan penulis kali ini bertepatan dengan hari dimana diselenggarakan pemilihan Kepala Daerah Serentak alias Pilkada Serentak tanggal 9 Desember 2015 kemaren (gak kemaren juga sih, udah lumayan lama). Keberangkatan yang dilatarbelakangi pengen makan pempek dan ada kerjaan mendadak di salah satu Kabupaten di provinsi Sumatera Selatan ini akhirnya berangkat lah penulis pake Pesawat. Keberangkatan mendadak ini tentunya dibantu juga oleh salah satu situs pencari tiket pesawat yang sebelumnya juga pernah saya ulas di sini. Saat memilih, muncul nama Nam Air yang merupakan anak perusahaan dari Sriwijaya Air (mohon koreksi jika salah), karena belum pernah mencoba maskapai ini tidak ada salahnya juga untuk dicoba ditambah pula dengan harga yang cukup terjangkau langsung deh satu bangku di armada Boeing 737-500 diamankan.

harga saat itu

harga saat itu

Pesawat berangkat pagi hari sekitar pukul 06.15, hebatnya penulis baru keluar rumah yang jaraknya sekitar 41km ini jam 04.40. Mesin berkode K3-VE keluaran 2008 dipaksa ngebut agar segera sampai tujuan, kepanikan bertambah karena rasa sakit di perut yang tak kunjung hilang (dimana pada akhirnya hal ini menjadi musibah). Sekitar pukul 05.10 penulis pun tiba di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, setelah pamitan penulis langsung lari ke pintu keberangkatan sembari menyiapkan tiket dan KTP. Sebagai catatan, ternyata counter check in nya Nam Air ini disatuin sama Sriwijaya ternyata maklum lagi panik jadi berpikir jernih pun buyar. Setelah semua beres, akhirnya naik juga ke ruang tunggu sekitar jam 05.45an dan gak lama setelah itu penumpang pun di persilahkan untuk menuju ke pesawat.

Melalui garbarata, penumpang bagian depan dipersilahkan untuk naik yang mengakibatkan saya tidak sempat mengambil gambar amatiran Boeing 737-500 ini (lebih ke norak sih, baru sekali ini naik 737-500). Setelah meletakkan pantat di bangku dekat jendela, saya pun masih menunggu sembari tengok kanan kiri keluar jendela. Tidak lama saya duduk, pintu pesawat ditutup pak pilot pun mulai menerangkan bahwa penerbangan ini dari Jakarta ke Palembang bukan dari Jakarta ke Surabaya, kalo mau ke Surabaya munggah kereta malam ae lek. Ada dua hal yang menjadi perhatian saya, pertama okupasi pesawat saat itu tidak penuh, entah kenapa bahkan dua bangku di sebelah saya pun masih kosong, legaaaa hahaha. Yang kedua adalah, saat pushback crew pesawat mengajak penumpang untuk memanjatkan doa sesuai kepercayaan masing-masing. Ini yang menjadi perhatian saya paling besar, entah kuper atau tidak di beberapa maskapai lain yang pernah saya naik nampaknya belum ada ajakan untuk memanjatkan doa seperti ini (kalau bacaan doa di majalah yang ada di kantong doraemon sih ada) tapi tidak seperti crew pesawat ini, apaka semua Pesawat Nam Air seperti ini? Jika seperti ini semua, kalian luar biasaaaaa !!!

cus masuk pesawat

cus masuk pesawat

Sunrise Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta

Sunrise Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta

Setelah memanjatkan doa yang diiringi dengan redupnya lampu kabin pesawat, pesawat mulai berjalan menuju taxiway untuk segera mengudara. Setelah posisi dirasa sempurna, gemuruh mesin mulai terdengar, pak pilot mulai narik gas dannnn Boeing 737-500 ini mulai mengudara menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Cuaca yang saat itu sangat cerah membuat saya sangat puas untuk memandang lanskap alam pesisir Jakarta atau Tangerang ini? Perjalanan sangat sempurna, tidak ada acara turbulensi yang membuat panik seisi pesawat, sepanjang perjalanan cuaca di ketinggian 29,000 feet saat itu sangat bersahabat dengan Boeing 737-500 ini. Beralih ke masalah fasilitas dalam pesawat, Nam Air belum menyematkan fasilitas seperti IFE (in flight entertainment) hanya saja, penumpang dibagikan makanan ringan yakni wafer ber-merk dan segelas air mineral yang menurut penulis cukup wajar untuk tiket pesawat seharga ini. Kondisi kabin penumpang pesawat pun cukup baik.

seat pitch saat itu dan jatah ransum saat itu

seat pitch saat itu dan jatah ransum saat itu

sesaat sebelum cahaya kabin di redupkan

sesaat sebelum cahaya kabin di redupkan

dadah pulau Jawa

dadah pulau Jawa

efek jendelanya agak kotor, aslinya mah bagus banget

efek jendelanya agak kotor, aslinya mah bagus banget

entah dimana?

entah dimana?

udah di Pulau Sumatera

udah di Pulau Sumatera

Sekitar 1 jam perjalanan udara, pak supir alias pak Pilot mengumumkan untuk landing position. Lampu tanda sabuk pengaman telah menyala kembali, lampu kabin diredupkan kembali dan ketinggian mulai menurun, menurun lagi, lagi dan lagi hingga akhirnya brukkkk citttttt di iringi dengan flap yang langsung terbuka, tapi tunggu! Saat itu pak pilot mengerem dengan halus, tapi emang masih kerasa sih efek ngerem nya itu hehehe lumayan lahhh pak pilotnya, lumayan ganteng !!! (lah?). setelah mendarat, pesawat berjalan perlahan menuju tempat parkir yang telah disediakan, tak lama garbarata mendekati pintu pesawat dan banyak penumpang yang langsung buka buka bagasi dan segera turun.. sementara saya, paling terakhir hehehe.

makin dekat pendaratan

makin dekat pendaratan

selamat datang di Palembang

selamat datang di Palembang

Overall, Nam Air saat saya naik memberikan pengalaman cukup baik untuk saya pribadi. Dimulai dari keramahan crew pesawat, hingga yang paling penting ajakan doa untuk keselamatan penerbangan. Jika ada pilihan naik pesawat lagi, Nam Air tentu saya masukkan ke daftar pilihan🙂

Terimakasih Boeing 737-500 Nam Air

Terimakasih Boeing 737-500 Nam Air

-Selesai-

Foto Bonus

Foto Bonus