“Maaf bang, untuk bis tingkatnya tanggal itu lagi menuju banda dari medan” ucap seorang kakak yang berbicara sangat renyah dengan aksen khas Aceh. Yap, kali ini penulis lagi lagi akan menceritakan pengalaman dalam menumpang bis yang berada di rute sangat menawan yakni Banda Aceh – Medan. Bagaimana kisahnya? Liat aja…

Selamat Datang di Terminal Batoh, Banda Aceh

Selamat Datang di Terminal Batoh, Banda Aceh

Sejurus setelah telepon tadi, saya langsung menelpon teman yang sudah berada di Banda Aceh. “Bang sempati star dobel decker belom jodoh” yang memang dijawab oleh teman saya itu dengan kekecewaan, dan akhirnya dia lah yang mencari tiket bis. Skip skip skip walhasil saya dan teman pun pada hari Sabtu sudah berada di Banda Aceh dan memegang tiket salah satu PO yang bisa dikatakan menjadi primadona di jalur Banda Aceh-Medan maupun ke beberapa rute yang tersebar di Pulau Sumatra hingga Pulau Jawa.

PT. Putra Pelangi Perkasa, yap ini lah PO yang akan saya tumpangi untuk menuju kota medan, setelah armada double decker Mercedes Benz 2542 milik PO Sempati Star belum berjodoh dengan saya. “nggak double decker, double ban gak apa lah” ungkap teman saya yang sebetulnya kecewa juga. Harga tiket untuk perjalanan dari Banda Aceh menuju Medan ditebus dengan harga 220 Ribu rupiah, cukup terjangkau mengingat jarak yang mungkin hampir sama dengan Jakarta-Surabaya kali ya? Tiket yang sudah kami pegang sejak siang hari, yang hanya berbentuk selembaran kertas menjadi penenang kami ketika berada di Terminal Batoh, Banda Aceh. Saya, sudah tiba di terminal Batoh mungkin sekitar jam 6.50 maklum lah setelah perut kekenyangan di isi oleh sate matang (nanti juga akan ada review nya,baca ya) badan terasa malas untuk bergerak pindah.

Loket Putra Pelangi di Terminal Batoh

Loket Putra Pelangi di Terminal Batoh

Singkat cerita, cukup banyak armada yang terparkir di situ.mulai dari Sempati Star, PM TOH, PO Kurnia, PO Sanura, dan tentunya Pelangi. Yang menjadi primadona memang Sempati star, ternyata banyak juga penumpang yang mengambil foto dari Sempati Star, wabilkhusus armada yang tenar yakni Scania K410 Opticruise yang ditempatkan sebagai kelas super VIP oleh Sempati Star. Selesai mngambil foto yang sangat jauh dari kata “profesional” saya kembali duduk di ruang tunggu Terminal Batoh. Dan tak lama sebuah sosok muncul….

perpal

perpal

PO Kurnia yang jalan

PO Kurnia yang jalan

Sempati Star ini jalan

Sempati Star ini jalan

ini juga

ini juga

Suasana Terminal Batoh di kegelapan

Suasana Terminal Batoh di kegelapan

Iya, Mercedes Benz OC500RF 2542 berbalut body Jetliner buatan karoseri Rahayu Sentosa melakukan gerakan untuk parkir dengan sedikit terburu-buru. Bagaimana tidak, bis seharusnya sudah diberangkatkan pukul 20.00 tetapi baru muncul sekitar pukul 20.20, sehingga tidak banyak waktu yang dimiliki oleh penumpang untuk bongkat muat barang. Sehingga kurang lebih pada pukul 20.30, bis melepas rem tangan dan memasukkan gigi 1 untuk menuju kota Medan. Tapi tunggu… Gigi 1? Tidak ada Gigi 1 2 3 4 5 6 7 , yang ada hanya angka 2, P,R,N A/M?? Bis ini bisa manual bisa Automatic??? Luar biasa!! Maklum saja, saya agak norak naik Bis Tiptronic ini. Saat keluar terminal, di layar speedometer menunjukkan posisi gigi ditambah dengan huruf A dibelakang nya, yang menandakan posisi Automatic sedang aktif. Suatu ketertarikan luar biasa bagi saya yang paling banter naik bis kebanggaan saya yakni PO Nusantara dengan tajuk NS01 ber-mesin Scania K360, seolah bis itu bukan tandingan 2542 ini…

Jom kita masuk

Jom kita masuk

Mercedes Benz 2542

Mercedes Benz 2542

ayo loading barang cepat cepat

ayo loading barang cepat cepat

dari sini dikemudikan nya MB 2542 ini

dari sini dikemudikan nya MB 2542 ini

Jalan raya menuju keluar kota banda aceh dilalui dengan sangat santai, hanya sesekali goyangan akibat angkutan kota yang sembarangan berhenti ataupun mobil pribadi yang berhenti sembarangan. Memasuki pegunungan Seulawah huruf A yang berada di layar speedometer hilang, hal ini menandakan kali ini transmisi manual yang sedang bekerja. Saya jadi teringat 7speed mode pada mobil Honda Jazz, dimana pengaturan transmisi bisa dilakukan dengan mudah, jadi pengen coba bawa…. Hehehe

IMG_1297

Menuju lintasan kota Sigli, 2542 yang saya tumpangi bertemu dengan Scania Opticruise milik Sempati Star yang saat di terminal Batoh, berjalan lebih dulu sekitar 15 menit. Permainan konvoi pun dilakukan, dengan kondisi automatic yang kembali aktif, bis yang memiliki mesin nyaris 12,000cc ini (mohon koreksi) mampu menjadi teman perjalanan yang baik bagi Scania K410 Opticruise di depannya. Memasuki kota Sigli, bis yang kami tumpangi berhenti sejenak di sebuah Kedai untuk rehat dan tak lama melanjutkan perjalanan kembali. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi sepanjang rute Sigli-Bireun- hingga menjelang kota Lhokseumawe dikarenakan saya tidur… Maklum bobomania hahaha. Di menjelang masuk Kota Lhokseumawe saya terbangun dan mendapati bahwa bis yang saya tumpangi ini sudah terparkir di belakang sebuah Scania yang juga dimiliki oleh PO Sempati Star, hanya saja ini kelas Patas VIP.

Bokong

Bokong

Selepas dari rumah makan, saya tidak turun bahkan untuk pipis sekalipun. Sekitar pukul 01.30 saya terbangun dari tidur dan mendapati bahwa terdapat kantor Bank Aceh yang menuliskan daerah Lhoksukon. Selepas Lhoksukon, aspal daerah Pereulak, Langsa dan Kuala Simpang menjadi giliran untuk dijajaki oleh salah satu produsen ban kenamaan yang digunakan oleh Mercedes Benz 2542 ini.

Saya sempat tertidur (kembali) hingga memasuki Kabupaten Langkat. Yang mana Kabupaten Langkat ini sudah berada di wilayah Administratif Provinsi Sumatera Utara. Bis pun berhenti di sebuah Masjid yang entah apa namanya saya lupa. Mungkin itu sekitar pukul 05.00, crew bis semua melaksanakan Sholat Subuh dengan bergantian. Salut..!! Setelah selesai Sholat Subuh, kemudi kembali di pegangoleh Pak Munir, yang mana saya tau nama beliau setelah turun dari Bis di pool Sunggal, Medan.

Gelap

Gelap

Tidak lama setelah bis berjalan kembali, saatmelintas di sebuah Pos Polisi, mendadak bis yang saya tumpangi diberhentikan seorang petugas yang ber-seragam, namun terdapat beberapa orang yang menggunakan baju preman mendekati pintu depan dan tengah pada bagian penumpang. Saya tidak begitu jelas apa yang dibicarakan antara supir dan polisi itu, dialog tidak berlangsung lama paling 15 detik, bis yang saya tumpangi pun berjalan kembali. Yang ternyata setelah Pak Munir diajak ber-dialog oleh penumpang lainnya, bahwa ada informasi salah satu bis rute Banda Aceh – Medan jenis Nonstop memiliki penumpang yang bermasalah (entah masalah apa, tapi saya paham lah apa maksud dari anggota polisi tadi, maklum saja selalu saja ada yang mencoba terobosan baru membawa sesuatu dari satu provinsi ke provinsi lainnya).

Selamat pagi Medan

Selamat pagi Medan

Matahari, mulai menunjukkan sinarnya ketika kami memasuki Pangkalan Brandan, dengan cekatan Pak Munir mengendalikan Mercedes Benz 2542 ini. Memasuki Binjai, seolah membuat kota Medan terasa makin dekat jaraknya. Benar saja, pada pukul 06.25 kami telah tiba di Pool Putra Pelangi Perkasa di daerah Sunggal, Kota Medan. Setelah urusan Bagasi selesai, dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Munir dan crew kami bergegas mencari colokan, sembari memesan Sanger dingin saya baru teringat…. Kabin nya lupa difoto…..

Sekian

Terimakasih PT Putra Pelangi Perkasa

Terimakasih PT Putra Pelangi Perkasa