Selamat datang di blog yang gak ada perubahan ini, kembali dengan saya penulis yang juga masih begini gini aja mencoba untuk menulis beberapa pengalaman yang semoga bisa digunakan jika ada para pembaca yang hendak menggunakannya kelak. Pengalaman apa? Kali ini penulis berkesempatan untuk mengunjungi Negara tetangga yang terkenal dengan Merlion Statue itu lho, bagaimana ceritanya? Untuk menambah kekesalan pembaca, nantinya tulisan ini akan dibuat beberapa episode sehingga kekesalan anda mungkin akan bertambah. Selamat menyaksikan….

Welcome at Singapore



Semua berawal dari rejeki yang dikumpulkan sedikit demi sedikit eh ndilalah bisa kebeli tiket pesawat, karena bosen mondar mandir di Indonesia melulu cobalah ke Singapore ya itung-itung nambah pengalaman jalan jalan lah. Akhirnya singkat cerita terbeli lah akomodasi untuk di Singapore nantinya, kemudian kita menuju hari H.
“ID Card kantor bawa aja deh” pikir saya sebelum berangkat hal ini karena membaca dari beberapa pengalaman orang lain yang kena random check dan ID Card ini bisa jadi pelengkap jatidiri yang menyatakan bahwa seseorang sudah bekerja atau memiliki suatu aktifitas di Negara asalnya. Setelah semua beres cek luar ternyata hujan masih melanda akhirnya niat awal yang ingin naik damri dari Terminal Rawamangun diurungkan dan “dipaksa” keluarga untuk diantar saja ya sudah kebetulan mengingat waktu yang sudah setengah 7 pagi padahal pesawat Take off jam 9.05 pagi.

Rame bro


Setelah berpamitan akhirnya saya turun di terminal 2D tempat dimana Maskapai Jetstar Air yang saya gunakan ini akan parkir. Tepat dugaan saya, antrean check in di setiap counter maskapai dan imigrasi cukup menggila pagi itu beruntung bagi saya tidak terlalu antre panjang dan bisa boarding tepat waktu malah sempat sholat dhuha sejenak. Tak lama panggilan kepada penumpang pun dikumandangkan dengan merdu oleh seorang petugas wanita untuk dipersilahkan naik ke pesawat.

sebenernya ini lebih rame lagi, tapi apa daya jepretan terbatas


ayo masuk masuk


Airbus A320 kembali saya naiki, heran setiap naik pesawat ini melulu mungkin ibarat mobil ini avanza kali ada dimana mana dan ketidakberuntungan kembali menghinggapi saya karena tidak ada penampakan pesawat ini karena baik di Soetta maupun di Changi selalu menggunakan garbarata..zzzz. Nuansa Singapore mulai terasa di kabin pesawat ini baik dari penumpang yang beberapa kali menggunakan bahasa inggris maupun announcer pesawat yang tidak mengumumkan announcement dengan bahasa Indonesia sedikitpun, mateklah gue yang bahasa inggris Cuma ngerti what is your name doang.. sedikit mengulas tentang pesawat Jetstar ini dari segi pelayanan maupun kualitas pesawat bisa dibilang sangat baik ya mirip mirip AirAsia lah sangat baik dan bagus untuk kelas LCC. Keramahan crew gak perlu diragukan sangat membantu bahkan untuk urusan tissue di wc, jok pesawat pun memiliki celah yang cukup dengan penumpang sebelah dan desain sandaran kepala jok nya itu lho cocok buat kepala yang cepet pegel kayak saya. Overall dengan harga tiket yang saya tebus sekitar 320ribu Rupiah, harga ini sangat masuk akal untuk take off dan landing yang sangat mulussssssssssss (dengan kondisi weather is good, Jakarta is good and also Singapore is good).

Bukan ini, ini Lion terbang ke Kuala Lumpur


Seat Pitch Emergency Exit


Ini dibaca


nengok ke samping ada Singapore Airlines diikuti Garuda Indonesia


Nah ini celah antar jok nya


Sekitar 1 jam 20 menit waktu yang ditempuh dari Soekarno Hatta untuk menuju Changi di Singapore. Setelah mendarat dengan sempurna dan memasuki terminal kedatangan saya langsung mengaktifkan Paket Roaming yang ditawarkan oleh Provider Telkomsel yang memang sudah saya gunakan sebelumnya. Hal seperti ini sangat membantu saya yang gak mau repot nyari kartu provider Singapore seperti singtel ataupun starhub. Cara aktifasinya pun cukup mudah, tinggal pencet *266# aktifkan saja di Bandara biar gak rugi-rugi amat waktunya, karena waktu aktifnya mengikuti waktu Indonesia, dan setelah sampai di Singapore tinggal nyalain Roaming Handphone kita dan beresssss Handphone kita sekarang sudah terhubung dengan salah satu provider Singapore yakni Singtel dengan kuota 1GB untuk 3hari dengan tariff 120ribu Rupiah.

Bukan Promosi yaaa


Setidaknya Travelator ini sangat membantu


Oh iya lupa bilang, di pesawat kita dikasih kartu isian semacam identitas untuk imigrasi gitu lah kelupaan foto pula, sebetulnya ini bisa kita isi juga sebelum sampe di konter imigrasi tapi ada baiknya dipersiapkan dulu pas masih di pesawat, maka dari itu jangan lupa bawa PULPEN warna HITAM atau BIRU..

Selamat datang di Area Imigrasi


Mungkin dari pembaca pernah denger pengalaman atau baca dari internet tentang random checking dengan pemeriksaan yang sangat ketat??? Tenang, sayapun mengalaminya kemaren… hahaha. Jadi begini ceritanya, seperti biasa saya antre di counter imigrasi Changi Airport Terminal 1 setelah sidik jari si petugas imigrasi pun memanggil “IDSO” kalo gak salah, kemudian dengan cukup ramah dia menutup counter imigrasinya dan mempersilahkan saya mengikuti dia “kena dehhhh” bersamaan dengan saya pun ada seorang pria yang bersama keluarganya yang semuanya sudah keluar imigrasi tinggal dia doing yang belum keluar imigrasi. Akhirnya saya diminta untuk sidik jari kembali dan menunggu sejenak di semacam lobby lah ada tempat duduk yang sangat representatif kurang tempe mendoan sama air putih hangat aja,padahal mah hati deg2an juga tapi tetep tenang dan jangan panic dan jangan lebay…

“wah ini kenapa ya mas??” Tanya si pria tadi ke saya, kini dia duduk di sebrang depan saya, “ah gapapa pak biasa random checking ikutin aja prosesnya” tapi pria itu masih gelisah, wajarlah mengingat dia sudah ditunggu keluarganya di luar imigrasi. Tak lama kemudian datang seorang seperti keturunan India yang masih cukup muda dengan setelan kemeja kantor formal rambut klimis dan mengenakan ID Card menghampiri bapak itu “Assalamualaikum”, “Waalaikumsalam” ungkap bapak itu, wah ramah betul obrol obrol obrol saya gak ngerti dan tidak terlalu terdengar kemudian datanglah seorang Bapak keturunan Cina kemudian menyapa saya “Good Afternoon, are you mister Abdullah” “Yes I am” dan kemudian dia pun mengajak ngobrol saya hingga kenapa saya sedikit di”wawancara” di area ini dikarenakan nama saya yang hanya satu suku kata dan mengandung nama yang bersifatkan agama Islam. Inilah saya heran, kenapa yang berbau Islam harus selalu dicurigai? Dan diapun menanyakan di Singapore tinggal dimana, apakah sudah ada tiket pulang dan juga dia kembali menanyakan apa pekerjaan saya dan “you have a business card?” jangankan bisnis card mister kalo perlu slip gaji ada nih hahaha.. akhirnya setelah ngobrol-ngobrol paling 10 menit dia kembali membawa paspor saya ke dalam kantor, dan tak lama seorang petugas Imigrasi Singapore memanggil nama saya dan dengan senyum ramahnya dia memberikan Paspor yang sudah di cap sembari berkata “Enjoy Your Holiday in Singapore”, “Thank you sir”, bagaimana dengan pria tadi? Dia masih duduk di tempatnya dengan wajah cukup gelisah..

Hal pertama setelah lolos dari imigrasi adalah nyari dimana free wifi, di Changi ada fasilitas yang memungkinkan pengunjung untuk menggunakan internet dengan wifi hanya dengan men-scan paspor yang ada bagian fotonya, hal ini saya lakukan tapi sekedar pengen tau aja walaupun akhirnya saya lanjut pake provider Singtel yang memang sudah aktif tadi.

Kenapa cuma gue foto kodenya doang ya??


Langkah kaki di Airport ini sudah mulai gempor, bagaimana tidak? Saya datang di terminal 1, sedangkan posisi stasiun MRT yang akan saya gunakan selama di Singapore ini ada Terminal 3 ditambah pula Airport Changi yang terkenal dengan luasnya ini makin membuat kaki saya mau copot padahal baru sampai di terminal Skytrain yakni kereta yang menghubungkan antara Terminal 1,2 dan 3 Airport Changi, gratis tanpa biaya tanpa supir pulak.

Naik Skytrain dari T1 ke T3


Ini bagus nih


Banyak lho yg foto-foto sayang sendirian… zzzzz


Setibanya saya di Stasiun MRT yang akan membawa saya ke kota, hal pertama yang saya lakukan adalah beli e-money, eh bukan tapi EZ-Link ya kalo di Indonesia semacam e-money lah buat naik MRT, LRT, Bus, bisa buat belanja di sevel juga. Harganya 12 Dollar Singapore dengan rincian 7 Dollar sebagai saldo dan 5 Dollar biaya kartu, gatau bisa refund apa nggak tapi punya saya masih ada sekitar 9,5 Dollar (sempet top up lagi di sevel) lumayan buat sangu kalo ke sana lagi karena expired date kartu saya itu sampe tahun 2025 !!!??? Tak lama, saya Tap-in dan memasuki MRT yang sudah siap berangkat meninggalkan Airport Changi….. Welcome to Singapore, siap siap gempor…

Bersih maksimal


Berangkat pirrrr !!

-Bersambung-

Advertisements