Mumpung libur kembali lagi saya mau nulis tentang pengalaman membuat SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian, bagaimana ceritanya? begini…

Maaf ya di blur



Penulis sudah lama gak punya SKCK, berhubung ada kegiatan yang mewajibkan penulis untuk memiliki SKCK alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian akhirnya penulis urus lah apalagi sehari sebelum puasa kantor penulis diliburkan jadi lumayanlah ada waktu untuk urus SKCK ini. Dan berangkat dari beberapa informasi rekan rekan yang pernah mengurus SKCK, SKCK kini bisa diurus secara online….. Apakah online sepenuhnya? entah, saya lebih senang menyebutnya dengan semi online.

Langkah awal kita harus buka website yang sudah disediakan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pengurusan SKCK ini yakni skck.polri.go.id

Sebagai langkah pertama, kita diwajibkan untuk mengisi tujuan pembuatan SKCK karena masing-masing SKCK memiliki tujuan yang berbeda-beda setelah isi tujuan pembuatan SKCK itu ya seperti biasa isi data diri dengan lengkap.

tujuan kita mau bikin SKCK utk apa?


isi data diri anda


Kemudian langkah kedua, isi beberapa nomor identitas, deskripsi badan, dan upload dokumen pendukung yaitu : KTP, KK dan Akta Kelahiran. Untuk rumus sidik jari gak perlu diisi kecuali buat yang pernah rekam sidik jari.

di langkah ketiga, kita diwajibkan untuk mengisi beberapa data lagi yakni data keluarga, data pendidikan formal dan data hobi (yang ini buat apa ya… hehehe)

Setelah itu langkah keempat adalah menjawab beberapa pertanyaan yang intinya adalah apakah si pembuat SKCK ini pernah tersandung kasus kriminal atau tidak, jawab aja dengan jujur. Nah jika semua sudah selesai jangan lupa cetak bukti setornya. Masalah berikutnya adalah bukti setor ini gak bisa disimpen sebagai pdf, jadi printscreen ajalah yang penting bisa dicetak dengan jelas kan.. Setelah selesai semua siapkan berkas-berkas KTP KK Akte Kelahiran dan foto ukuran 4×6 dengan latarbelakang warna merah sebanyak 5 lembar kalo beda gak ada toleransi suruh pulang langsung. Oh iya, untuk surat pengantar kelurahan ini juga masih tanda tanya. Kalo liat di stand banner yang ada di kantor tempat penulis buat SKCK kemaren (POLSEK DUREN SAWIT – JAKARTA TIMUR) dan web SKCK pun gak ada tulisan untuk menyertakan surat pengantar itu sih, tapi ada beberapa kawan yang coba buat katanya butuh, entahlah yang jelas kemaren ditanyain juga nggak sih…

ini bukti daftarnya


Keesokan harinya

Akhirnya penulis datanglah ke Mapolsek Duren Sawit, setelah naro dokumen akhirnya ngobrol-ngobrol sama beberapa bapak bapak polisi sembari menunggu nama dipanggil. Kondisi saat penulis datang jam 08.30an (kurang lebih) belum terlalu ramai, tapi semakin siang semakin ramai. Nah disini anehnya, padahal saya sudah bawa bukti pendaftaran online tapi tidak diterima katanya belum bisa? kalo belum bisa kenapa diadain ya, jadi ya akhirnya ngisi lagi manual beberapa form dan setelah selesai jangan lupa serahkan dahulu ke Nit Intelkam untuk pengambilan sidik jari dan kembali menunggu.

antre antre


yak ini di isi


ini juga


nah ini untuk sidik jari


Setelah sidik jari selesai, kita harus mengumpulkan dokumen yang tadi telah diisi kemudian diserahkan kembali ke bagian SKCK, nah sampe tahap ini semua udah beres tinggal nunggu SKCK jadi. Sesuai tulisan yang ada di stand banner, waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan SKCK baru adalah 120 menit, pada kenyataannya waktu yangdibutuhkan penulis gak sampe 120 menit kurang lebih 90 menit SKCK sudah beres dan sudah tercopy legalisir.

nah ini persyaratannya


ini dia SKCK nya,Maaf ya di blur


Adapun tarif pembuatan SKCK adalah 30ribu Rupiah, tarif ini sudah naik dari sebelumnya 10 ribu Rupiah dan kenaikan tarif ini diatur dalam peraturan tentang PNBP.

tenang aja ada kwitansinya bisa buat rembes kantor


Jadi begitulah pengalaman penulis dalam membuat SKCK (semi) Online ini, tak terlalu rumit… jadi SKCK nya mau penulis buat apa? rahasia……

Advertisements