Sholat di Masjid Shiratal Mustaqim Jasamarga Tangerang

Leave a comment

Halo semua kembali lagi bertemu dengan penulis yang sedikit bekerja tapi banyak kesibukan (apa maksudnya?) oke kali ini penulis akan kembali meramaikan ranah artikel Masjid, langsung aja ya disimak.

lanjut disini bro

Advertisements

Mampir Masjid Baitussalam The Green BSD

Leave a comment

Marhaban Ya Ramadhan !!! Halo semua, Alhamdulillah kali ini kita bisa bertemu kembali di Bulan Ramadhan 1438 H dan tentunya para pembaca juga kembali lagi bertemu dengan penulis yang merasa kategori Masjid di Blog ini seperti tidak terurus. Kali ini untuk mengisi kategori Masjid, penulis akan mengulas sebuah Masjid di seputar BSD, yakni Masjid Baitussalam The Green BSD.

Masjid Baitussalam The Green BSD


lanjut disini bro

Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia | Masjid BI

Leave a comment

Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha yang besok hari akan kita laksanakan ūüôā
Kembali lagi bertemu dengan penulis yang kebetulan ada waktu luang jadi bisa nulis deh di blog (blog ya bukan vlog hehehe) kali ini penulis akan menuliskan sedikit artikel tentang Masjid, bagaimana artikelnya? liat aja..

Selamat datang di Masjid Baitul Ihsan Kompleks Bank Indonesia

Selamat datang di Masjid Baitul Ihsan Kompleks Bank Indonesia


lanjut disini bro

Masjid At-Taqwa GMF Building Soekarno Hatta

4 Comments

Halo semua pembaca, kembali bertemu dengan penulis yang bulan juli lalu tidak menulis artikel apapun.. padahal tinggal publish dan upload foto aja, tapi gak sempet mulu ūüė¶ oke ini postingan Juli kemaren daripada gak jadi ke-publish yaudahlah publish aja ya…. Masjid At-Taqwa @GMF Building

Selamat Datang

Selamat Datang


lanjut disini bro

Numpang Sholat Masjid Cheng Ho Surabaya | PR Tertunda di Pulau Garam

Leave a comment

Halo semua, bertemu kembali dengan penulis yang saat menulis ini baru aja selesai ngerjain pekerjaan hahaha. Kali ini penulis kembali akan memposting artikel yang sudah telat sebetulnya, tapi daripada tidak sama sekali lebih baik telat kan hehehe. Bagaimana ceritanya? Begini nih…

 

Kali ini penulis akan mengulas sebuah Masjid yang cukup bersejarah yang seandaikan saja sahabat penulis tidak mengusulkan ke sini, penulis bakal kelewatan ke sini. Masjid ini terkenal dengan sebuat Masjid Cheng Ho yang berada di Surabaya. Jangan tanya bagaimana cara penulis mencapai ke sini, karena jelas saja penulis hanya nebeng alias manut sahabat penulis, namun begitu penulis tetap berbaik hati untuk mencarikan alamat Masjid Chengho ini. Masjid yang terletak di daerah Genteng (namanya emang genteng) beralamatkan di Jalan Gading Nomor 2, Ketabang, Genteng, jadi kalo mau ke sini bagi yang belom pernah tau mending naik taksi aja kali ya hehehe. Bagaimana masjidnya? Begini….

 

ini dia...

ini dia…

Sebetulnya agak kecewa juga dikarenakan Masjid ini ternyata sudah diberi kanopi, padahal menurut sahabat yang diamini oleh mbah gugel, sebelomnya pelataran Masjid ini tidak diberikan kanopi, mungkin penambahan kanopi ini bertujuan untuk mengurangi rasa panas Surabaya yang tambah panas, tapi kesannya jadi gelap sih. Tak buang waktu, setelah mobil terparkir dengan aman, saya dan sahabat langsung masuk ke area masjid untuk melaksanakan Sholat Zuhur. Area Wudhu yang berjejer dengan kamar mandi menunaikan tugasnya dengan baik untuk mengucurkan air bagi jamaah yang hendak berwudhu.

IMG_0910

Beralih ke interior Masjid, nuansa tiongkok makin kental dengan paduan warna merah yang terkadang diselingi warna hijau ditambah angin yang terkadang bertiup semilir membuat ibadah makin khusyuk. Sayangnya interior Masjid tidak terlalu besar paling hanya menampung puluhan jamaah, tapi dengan adanya pelataran mungkin bisa menampung ratusan bahkan ribuan jamaah.

IMG_0907

IMG_0908

 

Tak lama saya berada di sini karena saya harus melanjutkan kembali perjalanan, sembari memakai sepatu perhatian saya kembali teralihkan oleh mu….. Maksud saya perhatian saya kembali teralihkan oleh pahatan dinding yang cukup unik di sudut kanan area masjid Cheng Ho ini, dimana pada sudut ini terdapat replika kapal yang mungkin digunakan laksamana Cheng Ho dan pahatan wajah Laksamana Chengho, cukup unik sih malah bagus untuk jamaah yang ingin mengingat kembali siapa kah Laksamana Chengho itu?

 

mantap nih

mantap nih

IMG_0911

Selepas memakai sepatu, tak lupa narsis sebentar saya pun terpaksa meninggalkan sementara Masjid yang unik ini, tentunya sembari memikirkan alasan apa lagi untuk berkunjung ke sini….

foto bonus

foto bonus

Musholla Stasiun Gondangdia | Apa semua stasiun begini?

Leave a comment

Menjelang akhir tahun kerjaan makin dikit (malah gak ada) tapi tetep masuk kantor hehehe, iseng ah nulis blog aja

Ceritanya udah lama gak naik kereta dan akhirnya norak hahaha, mungkin pembaca setia (kayak ada yang baca aja ya) akan menebak saya akan menulis tentang perjalanan dengan kereta, sayang sekali anda salah karena kali ini saya akan menulis tentang stasiun nya. Mari disimak

Kisah berawal mungkin udah sekitar 2 bulan gak naik kereta commuter, penulis kemarin hendak ke stasiun gambir, bukan untuk jalan-jalan tapi cuma ketemu nyonya yang mau liburan (asik banget ya dia libur, ane masih di kantor tepok jidat) alhasil dari kantor ke stasiun Cawang deh, titip motor di tebet green langsung masuk peron stasiun cawang, kok ngeliat ada yang beda, ternyata musholla nya ada dua dan yang satu ada di bekas tempat antre karcis yang sekarang dibatesin pake pintu rolling door dan kapasitasnya lebih besar, sayangnya saat itu belom masuk waktu sholat jadi ndak sempat nyicipin solat di situ, kemudian gak lama masuk kereta menuju gambir

Gak terasa perjalanan menuju gambir yang harus turun di Gondangdia sudah masuk waktu sholat Maghrib, pas turun dari peron Gondangdia lah ketemu lagi  tempat sholat yang gede begini, tapi dengan masih ala kadarnya yang hanya digelari karpet, untungnya tempat wudhunya gak jauh dan disediakan sandal pula lumayan daripada sepatu harus berbasah ria hehehe. Setelah tap-out saya mendapati mushola yang lebih kecil dimana dulu saya suka shola disitu, awalnya saya mengira mushola yang kecil sudah gak ada lagi, ternyata masih ada juga.

 

Luas kan?

Luas kan?

Setelah¬†keluar¬†stasiun¬†Gondangdia,¬†sambil¬†menunggu¬†jemputan¬†menuju¬†Gambir¬†(alias¬†Kopaja¬†hahaha)¬†penulis¬†bertanya¬†dalam¬†hati¬†kok¬†dua¬†stasiun¬†ini¬†mushola¬†nya¬†berubah¬†ya,¬†dan¬†ini¬†menurut¬†saya¬†merupakan¬†perubahan¬†yang¬†sangat¬†baik¬†dan¬†perlu¬†ditingkatkan,¬†muncul¬†lagi¬†pertanyaan¬†apakah¬†semua¬†stasiun¬†ada¬†tempat¬†sholat¬†yang¬†lebih¬†besar¬†seperti¬†ini?¬†Pikiran¬†pun¬†melayang¬†kala¬†masih¬†kuliah¬†(duh¬†berasa¬†tua)¬†waktu¬†sering¬†mondar-mandir¬†Kota-UI¬†kalo¬†masuk¬†waktu¬†Sholat¬†Maghrib,¬†Mushola¬†yang¬†paling¬†mentok¬†isi¬†10¬†orang¬†dijejalin¬†dengan¬†segala¬†bau¬†semerbaknya¬†*tepokjidat*……..

 

Harapan saya semoga semua stasiun sih kayak gini semua hehehe
BTW Selamat menjelang Tahun Baru 2015 ya (baru menjelang kan?)

Masjid Al Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan Bandung

Leave a comment

Sudah merupakan janji saya untuk melanjutkan ke post ini hehehe ūüėÄ ini merupakan tempat terakhir saya sebelum mencapai tujuan yang sebetulnya tujuannya itu pun tidak jelas. Tanpa berlama-lama mari kita ikuti artikel ini‚Ķ.

Makanan? Pusat oleh oleh? Lagi lagi anda harus membuang jauh jauh tebakan anda itu, karena tebakan anda pun masih jauh dari kata benar, kali ini saya akan mengulas sebuah Masjid kembali, dimana masjid ini selalu membuat saya rindu untuk melaksanakan ibadah disini lagi dan lagi.

DSCF1946

Masjid Al Irsyad Satya, ya itu namanya tempat yang membuat saya ‚Äútersangkut‚ÄĚ setelah sebelumnya saya mengunjungi Masjid Besar Rajamandala. Masjid Al Irsyad Satya ini berada di komplek perumahan yang cukup sejuk nan asri yang bernama kota baru parahyangan. Masjid yang bisa saya bilang bentuknya kotak ini berdiri cukup megah dengan berdampingan dengan sebuah sekolah.

Saat saya dan kawan tiba disini baru saja selesai adzan Ashar, sehingga saya masih sempat untuk melakukan ibadah solat Ashar berjamaah di Masjid ini. Memasuki ruang wudhu, lupakan masjid dengan ruang wudhu yang sempit, karena di masjid ini ruang wudhu bisa saya bilang cukup luas apalagi dengan dipisahnya kamar mandi dari ruang wudhu cukup menambah keluasan ruang wudhu ini, namun mungkin yang perlu diperhatikan adalah petunjuk untuk menuju ruang wudhu ini, ada sih tapi jika baru pertama kali datang pasti perlu Tanya Tanya dulu hehehe (pengalaman pribadi sih)

ruang wudhunya, adalagi disebelah terpisah tembok

ruang wudhunya, adalagi disebelah terpisah tembok

Setelah selesai wudhu, segera saya masuk ruang solat dan tak lama kemudian solat ashar berjamaah pun dimulai. Selesai solat, segera saja saya melaksanakan doa doa, kesejukan udara disini membuat saya khususnya sangat betah untuk berlama-lama disini, terlebih jika hari hujan bukan hanya sejuk, tapi bisa disebut dingin udaranya, bahkan kadang diselingi dengan kabut tipis yang mengelilingi Masjid semakin membuat siapapun akan malas beranjak hehehe. ketika baru pertama kali berkunjung dibagian tengah shaf paling depan terdapat semacam kolam yang dimana diatas kolam itu terdapat batu dengan Lafaz Allah, sangat menarik bukan? inilah salah satu yang membuat saya selalu rindu dengan masjid ini hehehe

interior masjid

interior masjid

berpadu dengan latar belakang gunung

berpadu dengan latar belakang gunung

Oh iya, sekedar mengingatkan saja bagi para pembaca mungkin yang nantinya akan berkunjung kesini dan membawa anak kecil yang hobi kesana kemari tanpa membawa alamat ūüėÄ tolong lebih dijaga terutama jika anak anda mendekati bagian ini, karena disana terdapat air yg lumayan bisa membuat kuyup seorang anak kecil (pengalaman waktu pertama kali datang kesini, si anak langsung jejeritan nangisnya)

ini nih yang perlu diwaspadai bagi yang bawa anak kecil

ini nih yang perlu diwaspadai bagi yang bawa anak kecil

parkiran cukup luas

parkiran cukup luas

Tampak Luar

Tampak Luar

Setelah beberapa kali ‚Äúcepret cepret‚ÄĚ sana sini, segera saja saya bertolak lagi menuju Jakarta‚Ķ
mungkin dari pembaca ada yang bertanya, jadi sebenarnya apa yang kami cari? Entah saya dan kawan hanya senang berjalan tanpa arah seperti ini hehehe

Udah dulu ya

 

Heading back to Jekardah (bule mode on)

Heading back to Jekardah (bule mode on)

*sudahkah pernahkah anda jalan-jalan tanpa arah??

Older Entries