Cerita ke Singapura dalam waktu 24 Jam | Jalan-Jalan ke Singapura (2)

1 Comment

Oke ini merupakan lanjutan dari artikel inisebelumnya, langsung sajahhh….

Little India MRT Station


lanjut disini bro

Advertisements

Cerita ke Singapura dalam waktu 24 Jam | Jalan-Jalan ke Singapura (1)

4 Comments

Selamat datang di blog yang gak ada perubahan ini, kembali dengan saya penulis yang juga masih begini gini aja mencoba untuk menulis beberapa pengalaman yang semoga bisa digunakan jika ada para pembaca yang hendak menggunakannya kelak. Pengalaman apa? Kali ini penulis berkesempatan untuk mengunjungi Negara tetangga yang terkenal dengan Merlion Statue itu lho, bagaimana ceritanya? Untuk menambah kekesalan pembaca, nantinya tulisan ini akan dibuat beberapa episode sehingga kekesalan anda mungkin akan bertambah. Selamat menyaksikan….

Welcome at Singapore


lanjut disini bro

Keliling Banda Aceh dalam sehari? Bisa !!! | Tak Sengaja Kunjung ke Aceh – Selesai

Leave a comment

Halo para pembaca setia blog amatiran ini, bertemu kembali dengan saya setelah sekian lama. Berhubung sudah lama, dan mumpung ada waktu luang saya akan melanjutkan menulis tentang perjalanan saya di Banda Aceh dalam waktu kurang dari 24 jam… ini dia

Masih di jalan

Masih di jalan

lanjut disini bro

Keliling Banda Aceh dalam sehari? Bisa !!! | Tak Sengaja Kunjung ke Aceh

2 Comments

Selamat hari gini para pembaca setia yang masih setia menantikan tulisan-tulisan dari saya sebagai pemilik blog yang masih begini-gini aja. Beberapa waktu lalu atau tepatnya awal Bulan April lalu penulis melakukan perjalan ke Banda Aceh. Tentu saja, seperti biasa, penulis pastinya muter-muter ke beberapa tempat wisata yang ada di sekitaran Banda Aceh. Apa saja? Simak aja ya.

Welcome to Aceh

Welcome to Aceh

lanjut disini bro

Gunung Galunggung Tasikmalaya

4 Comments

Tidak terasa tahun telah berganti, dengan semangat baru penulis pun masih tetap mencoba membagi pengalaman yang tidak penting. Kali ini penulis akan menuliskan artikel pertama di tahun 2016, tentang apa? Ya disimak aja sih, gak usah banyak nanya.

Dengan semangat yang masih membara, penulis dengan beberapa kawan yang kagak jelas mencoba untuk merayakan tahun baru dengan cara yang berbeda. Jika banyak orang yang merayakan taun baru saat malam pergantian, penulis dan kawan ini merayakan keesokan paginya. Diawali dengan jajan makanan yang digadang-gadang untuk persiapan pergantian jam yang nyatanya makanan itu habis dalam waktu 30 menit kemudian, dan tak lama pada ngorok…. Oh iya, penulis kali ini berkumpul karena pagi harinya akan menuju sebuah tempat wisata di daerah Jawa Barat, yakni Gunung Galunggung di Tasikmalaya.

Selamat Datang di Galunggung

Selamat Datang di Galunggung


lanjut disini bro

Tidak Sengaja ke Tanjung Lesung??? horeee !!! | Jalan Jalan ke Tanjung Lesung

2 Comments

Selamat berjumpa kembali para pembaca dengan penulis yang belom tidur ini masih mendengarkan tembang-tembang manis nan semangat dari Bon Jovi, efek gak nonton konser kemaren nih (curcol). Berhubung ada waktu, kali ini penulis akan menceritakan sekelumit pengalaman (pret banget deh ah) waktu penulis dan beberapa kawan tidak sengaja ke Tanjung Lesung daerah Banten. Bagaimana ceritanya? Begini lah….

S__1523731

Perjalanan ini sebenernya gak direncanakan sama sekali, berawal dari penulis yang hendak survei ke daerah Puncak, Bogor untuk cari Villa dengan seorang kawan yang kemudian gak bisa menemani karena ada acara mendadak, dan akhirnya berangkat lah penulis dengan kawan yang emang hobi bikin sesat anak orang…. Satu persatu tim keberangkatan mulai dijemput, cipinang, slipi, pondok indah dan terakhir ciledug yang menjadi titik terakhir penjemputan. Awalnya saat mobil masih di daerah cipinang, tujuan masih ke Puncak, saat berada di slipi tujuan mulai goyah antara Puncak atau Tanjung Lesung, saat menjemput di pondok indah Tanjung Lesung hampir menjadi pilihan, dan saat penjemputan di Ciledug, Tanjung Lesung dipaksa untuk menjadi pemenang tujuan kali ini.

Rute kali ini mengambil Tol Jorr-Tol Tangeran Merak-Exit Serang Timur-Pandeglang-Labuan-Panimbang-Tanjung lesung. Karenasudah memasuki waktu makan siang, rombongan karnaval penulis berhenti sejenak untuk makan siang di rumah makan langganan penulis di RM Bu Entin Labuan (yang ini pusatnya). Singkat cerita, setelah ludes semua hidangan yang ada di meja, saatnya penulis menunjukkan ke-amatiran gaya mengemudi di ruas Labuan-Tanjung Lesung.

saatnya nge-blong ke tanjung lesung

ludes, saatnya nge-blong ke tanjung lesung

Perjalanan di tempuh sekitar 1 jam 15 menit dari Labuan dengan kecepatan standar lah gak berani kenceng mobil punya orang. Yang perlu dijadikan catatan penting adalah kondisi jalan, sepanjang ruas dari Labuan sampai Tanjung Lesung, bisa dibilang cukup baik ada yang aspal hotmix dan beton, namun menjelang Tanjung Lesung jalan agak menyempit dan ada beberapa aspal yang tergerus (mungkin tanah labil) jadi hati-hati ya kalo yang pake mobil ground clearance rendah, tapi selebihnya oke kok.

Sesampainya di Tanjung Lesung penulis takjub (pret, lebay) tapi bener kok ini wilayah memang nampaknya bener-bener serius untuk digarap menjadi K.E.K Pariwisata cakep banget deh. Masuk wilayah Tanjung Lesung kayak mau masuk komplek gedongan, dihormatin satpam, kemudian dikasih kartu pass masuk (gratis loh) mana cuaca sekitar cukup sejuk dikarenakan ada pepohonan yang cukup rindang, jadilah kita sejenak ber-narsis ria (pret) pake tongsis bluetooth pinjeman (gaptek). Setelah cukup, rombongan pawai kami pun bergerak kembali dan menemukan sebuah plang petunjuk yakni “Beach Club” ayok masukkkkkk !!!

rombongan pawai

rombongan pawai

Pas masuk area Beach Club itu penulis makin kagum, ternyata di sini banyak banget Air Laut !!!! (kemudian penulis digebukin pembaca) hahaha bercanda tapi emang bener kok banyak banget air nya, oh iya pas mau masuk pun ditagih karcis seharga 40ribu/orang (mobil sih waktu itu gak diitung) selesai masuk mobil terparkir dengan rapi dan kita melangkah masuk ke area Beach Club ini. Baru bebrapa langkah, entah kenapa penulis merasa ini mirip di Bali (duh kayak pernah ke Bali aja ya) bagaimana tidak, tata dekorasi, tata bangunan itu sangat mirip dengan Tanjung Benoa, ditambah pula ada water sport yang bisa dinikmati pengunjung yang tentunya bayar ya ekekek. Setelah nyari tempat adem, akhirnya gak kuat juga ngelawan rasa penasaran pengen nginjekin air laut di Tanjung Lesung. Oh iya bagi yang gak kuat panas dan gak mau item jangan lupa bawa kaca mata hitam dan Sunblock kalo penulis sih kemaren gak pake…..

ada menu kalo mau water sport

ada menu kalo mau water sport

tempat ngadem

tempat ngadem

nah ada pisang ngambang nih

nah ada pisang ngambang nih

garis pantai

garis pantai

ini karang tajem juga lho kalo gak pake sandal

ini karang tajem juga lho kalo gak pake sandal

boyband KW

boyband KW

Setelah puas mainan air laut dan tak lupa pula bikin foto kayak boyband akhirnya kami pun mencari tempat yang lebih adem sembari membuka otak-otak yang menjadi hadiah dari Bu Entin (bukan hadiah, tapi beli), setelah mendapatkan tempat yang adem nan sejuk kami pun memesan Kelapa Muda yang harga1 butir nya……. Ah sudahlah untung gratis (eh apa saya lupa patungan ya?). Pokoknya sembari ngupasin otak-otak, ngerokin kelapa muda, ngintipin orang pacaran… Bener-bener berasa jadi bapak-bapak bahagia deh hahaha. Yang tidak terasa adalah waktu yang terus berjalan momen yang penulis tunggu adalah momen sunset melihat bagaimana proses terbenamnya ciptaan Allah SWT yang sangat indah membuat kita sekali lagi harus merenung bahwa nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan.

rombongan pawai lagi

rombongan pawai lagi

narsis yang penting hore

narsis yang penting hore

Setelah menunaikan foto-foto narsis yang pret banget deh, dan lagi-lagi pake tongsis bluetooth dan fisheye yang hore juga ya kalo punya kayak ginian hahaha, penulis dan rombongan pawai pun kembali ke mobil untuk segera menuju Jakarta. Perjalanan pulang yang mulai gelap, membuat pak pengemudi (alias yang punya mobil) meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana tidak, lampu penerangan tidak ada (jarang) sedangkan jalan yang sempit dan tiba-tiba ada anjing liar yang nyebrang mendadak kacau dah (padahal mah sebenrnya yang ngelintas juga banyak, tapi gak keliatan aja…..) perjalanan pulang pun dilalui dengan cepat, bagaimana tidak pukul 18.00 kami baru saja menyerahkan kembali kartu pass masuk kepada pak satpam, sedangkan jam 21.55 rombongan penulis berkurang satu karena penumpang pertama sudah diturunkan di Ciledug. Dan sekitar jam 23.15 penulis pun sampe di kasur, sembari merenung bahwa nikmat tuhan mana lagi yang hendak kau dustakan…..

sampe ketemu beberapa bulan lagi

sampe ketemu beberapa bulan lagi

Tanjung Lesung aku padamu deh pokoknya 🙂

maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?

maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?

House Of Sampoerna | PR Tertunda di Pulau Garam

Leave a comment

Sebetulnya ini sih cerita kunjungan saya ke Surabaya di bulan februari lalu, Cuma kok belom sempet juga ketulis di blog amatiran ini, jadi ya mumpung di rumah nulis yuk, daripada keburu basi.

House of Sampurna

House of Sampoerna

Kali ini saya akan mengulas tempat wisata (horeee) akhirnya kan saya nulis tempat wisata hahaha, wong jarang-jarang penulis ini menceritakan tentang tempat wisata yang dikunjungi, kali ini saya akan menuliskan artikel amatiran tentang salah satu tempat wisata yang berada di kota Surabaya yaitu House of Sampoerna. Yaps pada februari lalu, penulis berkesempatan mampir ke sini, mengingat waktu yang gak sampe 24 jam ada di Surabaya membuat penulis harus “jam mepet” untuk mampir ke sana-sini, dan menurut rekomendasi seorang kawan, house of Sampurna ini adalah salah satu yang harus dikunjungi, begini ceritanya.

Di siang yang terik, layar digital menunjukkan temperature AC di suhu 20 derajat celcius lumayan membuat perjalanan saya cukup sejuk, namun belum terlalu sejuk karena belum berkunjung ke sana kemarih dengan membawa GPS. Berdasarkan informasi kawan penulis, ada tempat bernama House Of Sampoerna yang kebetulan sejurusan dengan tempat dinas yang akan kami datangi di akhir perjalanan, walhasil ya hayuk dah ke sana.

Berada di daerah jembatan merah dan dekat bekas penjara apa gitu yang kata kawan sih sekarang udah gak kepake tapi malah banyak gambar-gambar hasil kreatif tangan anak muda Surabaya, mobil yang kami tumpangi mulai memasuki bangunan yang bernama House Of Sampoerna ini. Kesan ramah yang diberikan oleh penjaga keamanan sangat terasa ketika kami baru memasuki pelataran parkir, bahkan mereka tidak segan untuk membantu kami dengan menunjukkan lahan parkir yang kosong.

lahan parkir

lahan parkir

Kesan pertama saya adalah “buset gede banget itu batang rokok” ya, bangunan ini terdapat replica batang rokok yang berdiri besar dan kokoh, berhubung saat itu udah panas banget cuaca Surabaya, akhirnya langsung saja masuk, tapi sebelum masuk saya sempet celingak celinguk ngeliat dimana tempat beli karcis masuk nya yang ternyata GRATIS !!! (nah yang begini gue demen hahaha). Berbeda dengan suasana diluar, suasana di dalam sangat sejuk, pendingin ruangan bekerja sukses untuk membuat suasana sejuk ditambah dengan gemericik air yang berasal dari pancuran air berbentuk lingkaran itu (sayang kelupaan moto, baru inget pas udah take off).

House Of Sampoerna ini membawa pengunjung untuk lebih mengenal bagaimana cara pembuatan rokok sampoerna dari jaman baheula sampe jaman sekarang, siapa saja pendiri sampoerna bagaimana wajah wajah mereka semua tersaji lengkap dalam bentuk foto yang ciamik (apa pula). Selain foto, tentunya ada pula alat-alat pembuat rokok, barang-barang pendukung pembuatan rokok, dan tentu saja tembakau. Oh iya bagi yang gak kuat tembakau, di sini kayaknya harus waspada karena bau nya lumayan menyengat, karena saya pernah ke museum kretek di Kudus, bau nya tidak begitu menyengat seperti ini. Sebagai catatan, saat saya berkeliling perhatian saya tertuju pada sebuah lemari yang berisi contoh bungkus rokok jebolan Sampoerna dalam berbagai model bungkus, hingga terdapat bungkus rokok yang betuliskan “Istana Presiden” dalam hati saya, walaupun saya ndak merokok pengen juga nih punya satu buat keren-kerenan hahaha.

para penggede sampurna dari masa ke masa

para penggede sampoerna dari masa ke masa

masih foto juga

masih foto juga

IMG_0918

entah ini peralatan apa

entah ini peralatan apa

IMG_0927

motor tua juga ikut ditampilkan di sini

motor tua juga ikut ditampilkan di sini

ini nih yang pengen punya

ini nih yang pengen punya

mungkin ini peta penyebaran produk sampurna kali ya?

mungkin ini peta penyebaran produk sampoerna kali ya?

Iseng-iseng naik ke lantai 2, ternyata di sana terdapat penjualan souvenir bagi kita yang ingin membawa oleh-oleh untuk orang di rumah, namun saya tidak membeli dengan alasan waktu yang mepet sekali dan ribet membawanya ke dalam pesawat (padahal mah aslinya pelit). Selain tempat berjualan souvenir, di lantai 2 ini kita bisa melihat suasana pabrik pembuatan rokok Sampoerna, sayangnya entah kenapa di lantai 2 ini tidak diperkenankan mengambil gambar, sebetulnya sih bisa bisa aja wong yang jaga juga Cuma seorang, namun taati peraturan aja deh hehehe. Oh iya terdapat pula sebuah mesin dengan layar sentuh yang berisi informasi mengenai House of Sampoerrna yang tentunya sangat membantu untuk kita mengenali lebih jauh apa saja yang ada di dalam House of Sampoerna ini.

Setelah merasa cukup puas berkeliling, saya dan kawan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke markas besar, namun saat hendak menuju mobil lah kok mata teralihkan karena mu.. ehhhh maksudnya teralihkan karena kehadiran 2 buah Sedan Mewah besutan negeri Inggris. Yaps apalagi kalo bukan Rolls Royce, tak tanggung-tanggung 2 Unit Sedan Mewah berkelir merah dan putih diboyong langsung dari Negara tetangga Singapura, bahkan mobil ini pun masih menggunakan plat Singapura. Yang saya bingung adalah bagaimana mobil ini dirawatnya ya, karena sayang banget kalo mobil ini hanya nangkring dengan jackstand terpasang. Jujur, penulis malah lebih lama ngerubungin mobil ini dibanding keliling di dalam House of Sampurna hahaha.

IMG_0949

Sampoerna yang Sempurna

Sampoerna yang Sempurna

kapan ya punya model begini

kapan ya punya model begini

papan informasi

papan informasi

Spirit of Ecstasy logo keramat yang pengen saya copotin

Spirit of Ecstasy logo keramat yang pengen saya copotin

Pada akhirnya setiap perjalanan pun harus kita akhiri sejenak, sembari mencari alasan apalagi yang hendak digunakan untuk kembali ke kota yang penuh dengan sejarah ini. Mesin besutan amerika yang menurut kabar dirakit di negeri Gajah putih ini kembali dinyalakan, tuas persneling di arahkan ke R, untuk kemudian berganti posisi menjadi D, perlahan namun pasti kami meninggalkan House of Sampoerna….

Older Entries