Mampir ke Sate Mendo Wendys di Tegal

Leave a comment

Selamat datang kembali di blog saya yang alhamdulillah masih inget sama password, berhubung sedang kegiatan pemilihan kepala daerah dan kantor diliburin akhirnya bisa istirahat juga di kasur goser goser 😀 Berhubung kategori kuliner belum diisi sekian lama kali ini akan penulis isi dengan sedikit cerita yakni masalah sate kambing.

Sate Mendo Wendy's

Sate Mendo Wendy’s


lanjut disini bro

RM Ampera 2 Tak Cikini | Ini Rumah Makan? apa Motor?

Leave a comment

nulis lagi, mumpung tulisan yg lain bisa dipending ngoahahaha, lanjut masalah makanan… karena lagi lapar juga.

Selamat Datang

Selamat Datang


Beberapa waktu lalu saya sempet nemenin pak Bos ke Balai Kota yang katanya nyariin Pak Ahok.. Eh nggak deng, ngurusin yang perlu diurus, masalah kantor lah saya gak paham paham amat (pendidikan kurang hiks hiks hiks) setelah selesai semua, si Bos ngajak makan siang tentunya pilihan saya serahkan kepada beliau ndilalah mampir ke tempat langganan juga di Daerah Cikini yang namanya Ampera 2 Tak…
lanjut disini bro

Bakso Cak Su Rawamangun

Leave a comment

Selamat siang bagi para pembaca, apakah anda sudah makan siang? Kalo penulis sih gak makan siang karena lagi puasa hehehe. Tapi jadi teringat sebuah traktiran kantor yang mengajak saya untuk menikmati semangkuk Bakso lengkap dengan kehangatannya. Bakso apakah itu, mari disimak dan tahan lapar anda…

Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis, Rawamangun

Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis, Rawamangun


lanjut disini bro

Bubur Ayam Sukabumi Bu Nut| Sarapan yang terlalu dekat

Leave a comment

Uber setoran untuk nulis, berhubung masih banyak yang harus ditulis ya marilah mumpung waktu lagi luang. Kali ini berhubung kategori kuliner alias makanan agak sepi, penulis coba isi dengan artikel sederhana untuk mengisi kekosongan hatinya.. Ehhhhh maksudnya kekosongan kategori tersebut hahaha. Mari disimak
lanjut disini bro

Ayam Bakar Kambal | Kuliner Pasar Santa

Leave a comment

Halo semua pembaca, ketemu lagi dengan penulis yang lagi tutup buku hehehe. Kali ini penulis akan menuliskan tentang kuliner hehehe, sebetulnya kuliner kali ini adalah berlokasi dekat markas penulis yang lama jadi dulu lumayan sering mampir ke sini (tentunya kalo lagi ada duit haha) apa itu? Mari di simak.

warungnya

warungnya

Kali ini penulis akan membahas masalah tentang ayam bakar, yak ayam bakar namanya adalah Ayam Bakar Kambal yang berlokasi di Pasar Santa, pokoknya bicara masalah pasar santa penulis pasti bakal menyarankan anda untuk mencari makanan yang gak enak, soalnya di sana semuanya enak (setidaknya yang penuliscoba sih). Kembali ke Ayam Bakar Kambal, warung nya berlokasi persis di depan pasar santa, kalo sudah di sana langsung saja tanya orang semua pasti tau hehehe.

pokoknya maknyus deh

pokoknya maknyus deh

Ayam bakar kambal ini boleh penulis bilang enak, pake banget malah. Harganya pun gak mahal (sayang penulis kemaren lupa foto menunya), harga ada di kisaran 15,000 – 50,000 lah. Sedangkan minuman di kisaran 2,000 – 20,000an deh. Entah apa yang bikin ayam bakar kambal ini enak banget, bumbu apa yang dipake penulis gak pernah tau, apalagi sambel nya buat penulis pas banget (maklumpenulis gak begitu suka pedes) oh iya satu lagi, di Ayam Bakar Kambal ini juga menyediakan menu nasi goreng. Nasi goreng ini pun gak kalah enak, pokoknya menu menu yang pernah saya coba di Ayam Bakar Kambal ini semuanya enak, cuma minusnya kadang-kadang suka abis kayaknya sih banyak yang delivery order. Pada kunjungan penulis kemaren, penulis hanya menghabiskan selembar uang berwarna biru pas tanpa kembalian, untuk 2 paket nasi ayam bakar, 3 gelas es teh manis dan 1 botol air mineral, mahal? Nggak juga ah hehehe.

interior

interior

Ayam bakar kambal adalah pilihan bagi saya pribadi kalo belum kenyang dengan jajanan di dalam Pasar Santa… Mau coba? Saya sih pengen lagi hehehe

sumber gambar warung: http://ayambakarkambal.blogspot dotcom/
*pinjem ya 🙂

Bebek Sinjay Madura | PR Tertunda di Pulau Garam

Leave a comment

Halo semua nya, kembali lagi bertemu dengan penulis yang makin lama makin sibuk (ciyeh) padahal sih di kantor juga gak sibuk-sibuk amat, tapi sekalinya sibuk…. Sibug banget (curhat). Penulis kali ini mampir ke sebuah pulau yang cukup tenar dengan garam nya, setelah mengerjakan beberapa PR yang tertunda, tentunya perjalanan yang super singkat ini harus dibumbui dengan masalah kuliner…. Yuk di simak

 

Bebek Sinjay

Bebek Sinjay

Perjalanan mengerjakan PR yang tertunda kali ini belokasi di salah satu Kabupaten di Pulau Madura. Setelah lama tidak mengunjungi Pulau Madura, akhirnya ada juga alasan untuk kembali ke Pulau yang cuacanya cukup terik saat itu. Berangkat dari stasiun Pasar Turi, bersama seorang kawan saya langsung menuju Pulau Madura, tentunya melewati jembatan suramadu yang tenar itu, saat saya menuju Madura, arus lalu lintas sangat lengang, tidak ada hambatan seperti di…. Ah sudahlah 😀

Berhubung perut belum di isi dari malam, saya mencoba untuk mengunjungi sebuah kuliner yang sangat tenar seantero jagat Pulau Jawa (lebay gak sih?) yaitu Bebek Sinjay. Jangan berharap saya memberikan petunjuk jalan, karena saat itu saya hanya di pandu GPS setelah keluar Tol Suramadu, lagipula tinggal ikuti petunjuk arah menuju Bangkalan, dan nanti Bebek Sinjay akan ada di kanan anda.

ada di sisi kiri kalo menuju surabaya

ada di sisi kiri kalo menuju surabaya

Tempat makan yang sangat mudah ditemukan ini memang berada di pinggir jalan dan cukup besar tempatnya, mengingatkan saya pada Sate Maranggi Cibungur di Cikampek, jejeran meja dan bangku yang cukup luas seolah mampu menampung animo perut yang penasaran dengan rasa bebek sinjay ini. Buktinya walaupun bukan jam makan saat saya berkunjung, ada beberapa mobil maupun motor yang bukan plat lokal, beberapa yang sempat saya ingat seperti plat L, plat N, plat DK, hingga plat B mampir ke sini (sebetulnya sih salah satu dari mobil plat B itu mobil kawan saya ini hehehe).

deretan parkir mobil ada di belakang

deretan parkir mobil ada di belakang

Beruntung, pagi itu suasana tidak begitu ramai, padahal menurut info kawan dan banyak orang mengatakan pasti bebek sinjay ini selalu ramai pengunjung, apa saya pas mampir bukan jam makan kali ya? Jadi nggak ramai. Segera saja saya memesan 2 porsi bebek saat itu, harga tidak begitu mahal, cukup 22 ribu Rupiah untuk satu porsi bebek dengan penyegarnya teh botol.

ini dia

ini dia

sepi kan? hehehe

sepi kan? hehehe

Kesan pertama saat menyantap, beneran enak apalagi ini adalah kali pertama saya berkunjung ke sini. Awalnya saya berpikir bahwa bebek sinjay ini seperti bebek yang saya santap di jakarta, yakni bebek disajikan dengan bumbu pedas, namun ternyata anggapan saya salah, karena bebek di sini digoreng dengan sangat empuk malah saya ngiranya ini tadinya ayam ckckck, namun untuk teman cocolan disajikan pula sambal yang asem iya pedes iya, pokoknya maknyus banget deh ini bebek, pantesan banyak yang merekomendasi saya untuk makan di sini kalau ke Madura.

ini dia bebek sinjay

ini dia bebek sinjay

pokoknya maknyus dah

pokoknya maknyus dah

Sayangnya saya tidak sempat berlama-lama di sini karena harus melanjutkan perjalanan. Sebagai catatan ketika saya kembali ke Surabaya, bertepatan dengan jam makan siang, benar adanya cerita yang bilang bahwa bebek sinjay ini ramai pake banget, bahkan mobil yang kami tumpangi, sempat mengantre ketika hampir mendekati bebek sinjay ini. Jadi siapapun pembaca yang mampir ke madura, sempatkan lah mampir ke sini hehehe. Mumpung masih murah hehehe, sementara saya mencari alasan kembali untuk mengerjakan PR lagi di Pulau Garam ini.

 

 

Sate Maranggi Sari Asih

4 Comments

Halo para pembaca, selamat weekend bagi yang menjalankan, kalo penulis mah nggak weekend karena tanggal tua hahaha. Mumpung nganggur di rumah dan internet belom diputus ama provider *loh? Iseng ah nulis lagi buat share informasi, dan lagi lagi kali ini penulis akan membahas kuliner, yuk ah di simak (kalo ada yang mau sih).

Kali ini penulis akan membahas tentang dunia sate, lebih tepatnya sate maranggi. Pada artikel sebelumnya penulis juga sudah pernah membahas tentang sate maranggi yang ada di daerah Wanayasa, Purwakarta, kali ini penulis berkesempatan untuk mengunjungi ke sekian kalinya sate maranggi yang ada di daerah Cipanas, Puncak, Jawa Barat yang bernama Sari Asih.

Selamat datang di Sari Asih

Selamat datang di Sari Asih

Berlokasi di sebelah kanan jalan jika anda menuju cianjur, letaknya tak jauh setelah istana cipanas jangan sampe terlewat, tandai saja jika banyak asap ya itu tempatnya hahaha. Ketika sampai terutama jam makan siang jangan kaget jika susah parkir mobil, mobil bakalan bererot deh, kalo penulis sih terakhir kali ke sini jam 3 subuh dan pas jam 5.30 pagi hahaha jadi masih agak sepi.

mobil mobil pengunjung

mobil mobil pengunjung

Kipas terus pakde !!!

Kipas terus pakde !!!

dari sisi yang berbeda *zoom out*

dari sisi yang berbeda *zoom out*

*zoom in* alamak, baru jam 5.30 pagi udah segini yang mau dibakar

*zoom in* alamak, baru jam 5.30 pagi udah segini yang mau dibakar

Sate maranggi di sini cukup enak pake banget, tapi kok rasanya agak lebih mahal ya dibanding di Wanayasa? Apa karena pengaruh tempat wisata juga? Entah lah, untung enak hahaha. Uniknya di sini sate maranggi disajikan pake oncom dan ketan bakar, jujur selama di dunia per-maranggian (prêt) baru sekali saya nemuin maranggi model gini, enak sih oncomnya tapi kadang ketemu yang pedes.

Gaya makannya begini, yang di baskom abu-abu itu oncomnya, sayang gak kefoto

Gaya makannya begini, yang di baskom abu-abu itu oncomnya, sayang gak kefoto

Menurut cerita seorang sahabat, awalnya tempat ini hanya kaki lima tapi sudah banyak pengunjungnya, kemudian berkembang hingga bergeser ke emperan ruko, hingga beli ruko satu, eh sekarang ruko berderet di beli ama dia (kata temen sih, gatau bener apa nggaknya wekekek).

salah satu ruko yang dijadikan tempat makan

salah satu ruko yang dijadikan tempat makan

Kembali ke permasalahan satenya, entah kenapa saya ngerasa ini lebih empuk dibanding yang di wanayasa? Ada dua pilihan (hidup emang selalu milih deh) sate maranggi yang menggunakan lemak, atau hanya daging saja yang lebih mahal 1000 Rupiah hehehe. Jujur favorit saya ya yang hanya daging saja, tapi sesekali coba yang pake lemak oke juga, mungkin kalo bagi yang hobi lemak bisa coba di sini lemaknya langsung ngepyur (apa ya bahasa ngepyur yang bener?) jadi gak nempel di langit2 mulut. Dan jangan lupa kalo mau lebih sedap lagi untuk penutup cobain es kelapa, makin segar deh hehehe.

ini yang daging aja

ini yang daging aja

ini yang pake lemak

ini yang pake lemak

Bagi saya mampir ke sini seolah menjadi sebuah keharusan, walaupun sedang rame pelayanan cukup cepat, sayangnya interior ruang makan yang seperti ruko memberi kesan monoton dalam menikmati hidangan, coba diberi pemandangan alam kayak cimori atau sate PSK pasti lebih asik. Ah sudahlah itu kan kebijakan yang punya restoran ya, kenapa saya yang ngurusin.

Overall, silahkan cicipi sendiri sate maranggi yang satu ini 😀

Daftar Harga

Daftar Harga

Older Entries